Suaranusantara.com- PDI Perjuangan, memasuki bulan Bung Karno, menggelar Festival Wisata Kuliner Nusantara di Pamulang Square, Tangerang Selatan (Tangsel) Banten sejak Jumat 12 Juni 2026.
Acara ini akan berlangsung selama tiga hari hingga hari ini Minggu 14 Juni 2026 dengan melibatkan sebanyak 135 UMKM yang menghadirkan 300 lebih kuliner.
Adapun festival kuliner yang digelar PDI Perjuangan digelar di tengah kondisi ekonomi yang semakin tertekan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto selaku pembuka acara mengatakan acara kegiatan ini bentuk merespons isu kedaulatan pangan.
Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa konsep gizi rakyat dalam buku Mustika Rasa karya Bung Karno sudah merancang kemandirian pangan jauh sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pemerintahan saat ini.
“Buku ini sudah menyajikan konsep matang bagaimana rakyat Indonesia bisa hidup sehat. Sebagai contoh, di halaman 15, untuk keluarga dengan ayah umur 30 tahun dan ibu hamil 5 bulan, ayah memerlukan kalori 2.600 per hari, ibu hamil perlu 500 gram beras. Bung Karno sudah menjalankan komitmen agar rakyat Indonesia cukup pangan – sebelum ada program MBG,” kata Hasto.
Hasto juga menyoroti bahaya ketergantungan pangan impor dengan mencontohkan kasus jeruk Pontianak yang mati akibat kebijakan monopoli di masa lalu.
“Ketika ditanya ini impor atau bukan, lalu dikatakan ini impor. Padahal dulu kita tahu di Pontianak ada Jeruk Pontianak yang luar biasa. Tetapi ketika kekuasaan Orde Baru melakukan tata niaga jeruk yang dimonopoli oleh keluarga presiden, maka matilah Pontianak sebagai pusat produksi jeruk.”
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pariwisata, Wiryanti Sukamdani, dalam sambutannya menegaskan bahwa festival ini adalah gerakan kebudayaan sekaligus ekonomi kerakyatan.
“Lidah dan perut rakyat Indonesia tidak boleh terjajah oleh makanan impor. Kita harus betul-betul mengurasi makanan kita, harus makanan dari Indonesia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai hasil bumi, hasil laut, hasil pertanian, dan hasil karya rakyatnya sendiri,” kata Yanti.
Yanti menjelaskan empat sasaran festival, yaitu melestarikan menu Nusantara, membantu UMKM menyediakan makanan lezat, murah, sehat, dan bergizi, menghidupkan resep dari buku Mustika Rasa serta menu-menu pendamping beras, serta memperkuat kedaulatan pangan nasional.
“Masalah perut adalah masalah yang sangat mendasar. Dari perut yang sehat, lahir tubuh yang kuat. UMKM kuliner memiliki peran besar dalam menghadirkan makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyehatkan dan membahagiakan rakyat,” beber Yanti.
