Pengamat Militer Connie Bakrie Minta Seskab Teddy Liburan Dulu: Biar Prabowo Jadi Real Presiden Sendirian

Connie Rahakundini Bakrie minta Seskab Teddy Indra Wijaya libur sementara waktu demi Presiden Prabowo bisa jalankan perannya sebagai Kepala Negara (Instagram @kicaurakyat.co)

Connie Rahakundini Bakrie minta Seskab Teddy Indra Wijaya libur sementara waktu demi Presiden Prabowo bisa jalankan perannya sebagai Kepala Negara (Instagram @kicaurakyat.co)

Suaranusantara.com- Pengamat militer yang juga akademisi Connie Rahakundini Bakrie meminta peran Sekretaris Kabinet (Seskab) yang kini dipegang Teddy Indra Wijaya untuk sementara libur dulu.

Hal ini dikarenakan menurut Connie, Presiden RI Prabowo Subianto bukan jadi Kepala Negara yang sesungguhnya melainkan Teddy, karena seluruh akses informasi berada di tangannya.

“Semua akses ke beliau itu ditutup. Jadi the real president itu adalah Teddy. Orang sudah sampai — bukan saya yang nyimpulin — kalau saya baca sosial media, sudah kayak begitu ya,” ungkap Connie dalam kanal YouTube Refly Harun, dilihat Senin 15 Juni 2026.

Connie menyarankan agar Teddy diberi cuti agar Prabowo benar-benar bisa menjalankan peran sebagai kepala negara.

“Cobalah si Teddy ini suruh liburan dulu ke mana. Enggak tahu. Atau ditaruh aja dulu di bunker di bawah tanah, suruh berapa lama ya. Pokoknya presiden suruh jadi presiden dulu sendirian. Iya. Nah, coba kita lihat,” imbuhnya.

Ia menegaskan, dirinya yakin Prabowo tidak seburuk yang digambarkan.

“Karena saya yakin presiden itu enggak sebegini parahnya. Apakah dia akan tetap begini — dengan melihat keadaan negara dikorbankan hanya untuk ambisi proyek-proyek yang, mohon maaf ya, buat sebagian besar orang yang diuntungkan?” tandasnya

Sebagai informasi, Teddy dianggap sebagai penyaring informasi utama bagi Presiden Prabowo semenjak ia menjabat sebagai Seskab.

Ia mengatur jadwal pertemuan sekaligus menyeleksi pejabat atau menteri yang ingin bertemu langsung dengan Prabowo.

Kebijakan penyaringan ini disebut bertujuan melindungi presiden dari beban laporan kementerian.

Namun, sejumlah menteri senior dan jenderal mengeluhkan sulitnya berkomunikasi langsung dengan Prabowo karena harus melewati birokrasi ketat di bawah kendali Teddy.

Exit mobile version