Eks Dosen ITB Soroti Cuitan Lama Prabowo Sebut Tak Boleh Bagi-bagi Jabatan, Kini Jabatan Strategis BUMN Ramai Diisi Timses

Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram @sekretariat.kabinet)

Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram @sekretariat.kabinet)

Suaranusantara.com- Eks dosen Institute Teknologi Bandung (ITB) Ardianto Satriawan tengah menyoroti cuitan lama Presiden RI Prabowo Subianto yang menyinggung bahwa tak boleh bagi-bagi jabatan baik itu berasal dari partai pendukung maupun sekedar sebagai tanda terimakasih.

Ardianto menyoroti twit lama Prabowo menyusul sejumlah jabatan strategis BUMN ramai-ramai diisi oleh timses Prabowo.

Salah satunya Ginka Febriyanti Br Ginting (28) sebagai Komisaris PT Pertamina Retail, anak usaha BUMN PT Pertamina (Persero).

Ginka merupakan mantan Koordinator Nasional BISON Indonesia, organisasi relawan kepemudaan yang aktif memenangkan pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

Adapun twit lama Prabowo diunggah pada 10 Maret 2014 melalui akun X dulu Twitter. Unggahan Prabowo itu sebagai balasan kepada pengguna @Jeffrey_Djoko.

“Tidak bisa lagi jabatan dibagi-bagi berdasarkan partai apalagi jadi “tanda terima kasih”. Appointment must be based on merit. @Jeffrey_Djoko,” tulis Prabowo kala itu.

Namun, nyatanya cuitan itu berbanding terbalik dengan apa yang sekarang terjadi di mana sejumlah jabatan strategis BUMN diisi oleh timses Prabowo.

“Terus itu komisaris-komisaris BUMN apaan?,” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa 30 Juni 2026.

Ginka sendiri diketahui memiliki gelar Sarjana Akuntansi dan menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen (S2) di Universitas Esa Unggul pada 2023.

Namun, penunjukannya menuai kritik dari netizen dan pengamat yang menilai langkah tersebut sebagai “bagi-bagi kue” jabatan atau balas jasa politik.

Ginka dianggap belum memiliki rekam jejak profesional yang matang maupun pengalaman korporat di industri energi untuk mengawasi perusahaan sebesar Pertamina Retail.

Exit mobile version