Suaranusantara.com- Kisruh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan e-commerce kenamaan Tokopedia dan TikTok akhirnya telah clear.
Hal ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli yang mengatakan DPR RI bersama dirinya telah melakukan pertemuan dengan Tokopedia dan TikTok pada Senin 6 Juli 2026.
Dari pertemuan itu, Tokopedia membantah adanya PHK. Pihak e-commerce mengatakan bukan PHK, melainkan menerapkan kebijakan mobility karyawan..
Mobility karyawan bertujuan menata ulang perusahaan mengoptimalkan penempatan karyawan di berbagai lini bisnis dalam grup perusahaan Tokopedia dan TikTok.
“Jadi itu sudah clear kok masalahnya,” ungkap Yassierli usai Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 6 Juli 2026.
Ketika dikonfirmasi mengenai kabar PHK, Yassierli menyampaikan Presiden Direktur Tokopedia telah membantah hal tersebut. Tapi, perusahaan diklaim hanya mengalihkan pekerja.
“Jadi intinya Presiden Direktur dari Tokopedia sudah meluruskan bahwa yang dilakukan saat ini itu bukan PHK dalam artian sepihak karena ada kondisi indistri, tapi adalah mereka sedang melakukan pembenahan istilahnya talent mobility di internal mereka,” beber dia.
Menyusul isu pengurangan pekerja itu, Yassierli mengatakan, perusahaan TikTok dan Tokopedia malah membuka peluang kerja untuk 100 posisi di seluruh Indonesia.
“Bahkan kalau teman-teman lihat tadi preskon bersama pimpinan, Wakil Ketua DPR itu TikTok sendiri membuka lowongan pekerjaan baru sekitar 100 orang (posisi),” tandasnya.
Sebelumnya, Tokopedia bantah soal PHK terhadap karyawannya. Pihaknya mengatakan tengah menerapkan kebijakan mobility karyawan, bukan PHk.
“Tidak ada pemutus hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group,” kata Presiden Director PT Tokopedia, Stephanie Susilo dalam pertemuan yang difasilitasi DPR bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Senin 6 Juli 2026.
Kata Stephanie, dalam proses penataan tersebut, banyak karyawan yang memilih mengambil paket kompensasi dan melanjutkan karier di perusahaan lain.
“Dalam program penataan ini memang ada yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan memilih untuk bekerja di tempat lain atau disalurkan di lingkungan grup bisnis TikTok Tokopedia,” terangnya.
Bahkan pihaknya kini tengah membuka rekrutmen sebanyak 100 posisi di seluruh Indonesia.
“Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia. Demikianlah kami sampaikan untuk meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat,” sambungnya.
