Suaranusantara.com- Proyek gas raksasa Abadi Masela di Maluku akhirnya pada Kamis 16 Juli 2026 diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual dari Istana Negara, Jakarta.
Peresmian proyek gas raksasa ini ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking. Itu artinya, sudah mulai memasuki tahap pembangunan.
Sebelumnya, proyek gas raksasa Abadi Masela di Maluku ini pernah diteken oleh Presiden ke 2 RI BJ Habibie pada 1998.
Proyek ini berarti sudah dicanangkan 28 tahun lalu dengan enam kali pergantian presiden.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut proyek yang telah direncanakan selama 28 tahun itu baru bisa dieksekusi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pada hari ini tepat pada tanggal 16 Juli kita menandai babak baru proyek Abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu sudah 6 Presiden, pak Prabowo Subianto lah yang bisa eksekusi hari ini,” kata Bahlil dalam acara groundbreaking PSN Lapangan Abadi Blok Masela, Kamis 16 Juli 2026.
Bahlil membeberkan, selama bertahun-tahun proyek Lapangan Abadi Blok Masela terhambat karena adanya perdebatan panjang mengenai konsep pengembangan kilang yakni antara pembangunan di laut (offshore) atau di darat (onshore).
Namun Prabowo meminta untuk segera mengeksekusi proyek tersebut serta memberikan kepastian terhadap seluruh konsesi dan perizinan migas yang sudah selesai Plan of Development (PoD) nya tetapi belum dilaksanakan.
“Atas dasar itu surat peringatan pertama kepada Inpex kita layangkan dan alhamdulillah hari ini kita lakukan groundbreaking,” ujarnya.
Prabowo mengatakan, pembangunan proyek ini sangat penting dalam perjalanan pembangunan Indonesia.
Prabowo bersyukur, setelah hampir tiga dekade menunggu, akhirnya Proyek ini mulai dibangun juga.
“Proyek ini hampir 3 dekade 3 dasawarsa, kita tunggu. 3 dekade 3 dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan, dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ujar Prabowo dalam sambutan peresmian.
Prabowo menguraikan bahwa di Kepulauan Tanimbar di Maluku Indonesia memiliki cadangan energi yang sangat besar.
“Kita sudah sadar ini 28 tahun yang lalu, dan kita menghargai semua unsur, kita apresiasi kita harus memberi suatu penghargaan sekali lagi kepada semua unsur yang telah memungkinkan proyek ini terwujud,” tuturnya.
Prabowo menyebut, ada upaya yang tak mudah dalam pembangunan proyek strategis ini. Membutuhkan sinergi antar kementerian dan lembaga untuk dapat merealisasikannya.
Sebagaimana diketahui, sejak pertama kali dikontrak hingga akhirnya memasuki tahap pembangunan fisik, Blok Masela telah melewati berbagai perubahan kebijakan, pergantian pemerintahan, hingga tarik-ulur skema pengembangan.
Sementara, CEO Inpex Corporation Takayulo Ueda mengatakan, proyek ini mencerminkan eratnya kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, seluruh pemangku kepentinga, dan INPEX dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
“Berkat sinergi yang kuat tersebut, hari ini kita dapat berdiri bersama dan memulai babak baru dalam perjalanan Proyek Abadi Energy,” ucapnya.
Menurutnya, proyek ini akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat serta generasi mendatang.
Selain itu, melalui pasokan energi yang dihasilkannya, proyek ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung ketahanan energi Jepang maupun kawasan Indo-Pasifik.
“Proyek ini diberi nama Abadi dengan harapan dapat terus menjalankan peran tersebut selama bertahun-tahun ke depan. Selama bertahun-tahun, orang-orang di Jakarta membicarakan Abadi. Orang-orang di Tokyo juga membicarakan Abadi. Para investor membicarakan Abadi, para kontraktor pun membicarakan Abadi. Hari ini, Abadi kembali ke tempat di mana semuanya benar-benar dimulai, yaitu di Saumlaki,” sebutnya
