Pemerintah Prioritaskan Warga Lokal Bekerja di Proyek Gas Abadi Masela, Bahlil: Anak Daerah Sudah Dikirim ke Akademi Migas

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di acara peresmian blok gas Abadi Masela, Maluku (Instagram @bahlillahadalia)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di acara peresmian blok gas Abadi Masela, Maluku (Instagram @bahlillahadalia)

Suaranusantara.com- Pemerintah, kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tengah memprioritaskan warga lokal untuk bekerja di Proyek Strategis Nasional (PSN) blok gas Abadi Masela di Maluku.

Hal ini disampaikan Bahlil saat peresmian PSN gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Abadi Masela, di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis 16 Juli 2026.

Kata Bahlil, pemerintah mengirimkan sebagian anak daerah Maluku untuk menjalani pendidikan di Akademi Migas, agar nantinya bisa siap bekerja di PSN blok gas Abadi Masela.

“Sebagian anak (daerah) sudah dikirim untuk sekolah di Cepu, di Akademi Migas milik Kementerian ESDM (Politeknik Energi dan Mineral Akamigas). Dan mereka semuanya akan kita serap untuk bekerja di proyek Blok Masela,” kata Bahlil saat peresmian peletakan batu pertama proyek LNG Abadi Masela, di Maluku, Kamis, 16 Juli 2026, dikutip dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar ini menjanjikan perekrutan tenaga profesional di Blok Masela akan diprioritaskan untuk putra daerah.

Nantinya, jika masih ada penambahan lapangan pekerjaan, maka pemerintah membuka peluang perekrutan tenaga kerja dari daerah lain atau bahkan luar negeri.

“Lapangan pekerjaan yang profesional kita ambil dulu dari tier satu dan tier dua. Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk, tapi tidak memprioritaskan mereka,” katanya.

Selama tahapan konstruksi, tutur Bahlil, pembangunan Blok Masela membutuhkan sekitar 12.000 tenaga kerja langsung.

Menurut dia, di luar tenaga kerja langsung tersebut, proyek Abadi Masela bisa menciptakan lapangan kerja hingga tiga kali lipat atau mencapai 36.000 tenaga kerja.

Tak hanya itu, proyek LNG Abadi Masela pada masa operasionalnya juga diproyeksikan bisa menyerap hingga 1.000 tenaga kerja.

Adapun Bahlil menambahkan, selain warga lokal yang diprioritaskan untuk menjadi tenaga kerja di proyek tersebut, pengusaha lokal pun akan diutamakan untuk menyokong pembangunan Blok Masela.

“Prioritaskan pengusaha lokal. Ini sejalan dengan apa yang diperintahkan Bapak Presiden (Prabowo Subianto),” kata Bahlil.

Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar US$ 20,9 miliar. Proyek ini dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

Blok Masela menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi carbon capture and storage (CCS) sejak tahap pengembangan.

Hingga awal Juli 2026, progres front end engineering design (FEED) telah mencapai 79,56 persen, melampaui target yang direncanakan.

Sementara itu, berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus berjalan sesuai jadwal menuju final investment decision (FID) pada akhir tahun 2026.

Exit mobile version