Guntur Romli Setuju dengan Prabowo Soal Hati PDI Perjuangan ke Pemerintah: Membela Bangsa dan Negara Tidak Bergantung Posisi Politik

Guntur Romli bicara soal Presiden Prabowo yang menyebut hati PDI Perjuangan sama dengan pemerintah (Instagram @gunromli)

Guntur Romli bicara soal Presiden Prabowo yang menyebut hati PDI Perjuangan sama dengan pemerintah (Instagram @gunromli)

Suaranusantara.com- Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli merespon soal pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa hati PDIP ke pemerintahan.

Guntur Romli membenarkan omongan Prabowo itu dengan mengatakan bahwa dalam membela bangsa dan negara tidak bergantung pada posisi politik.

PDI Perjuangan diketahui menyatakan sikap politik dengan berada di luar pemerintah sebagai penyeimbang.

“Setuju dengan pernyataan Presiden Prabowo. Tujuan pendirian PDI Perjuangan adalah membela bangsa dan negara, tidak tergantung posisi politik, baik di luar dan di dalam pemerintahan,” kata politikus PDIP Guntur Romli kepada wartawan, Jumat 24 Juli 2026.

Guntur Romli lantas menyikapi pernyataan Prabowo bahwa perpisahan bukanlah masalah lantaran nantinya akan bersatu kembali.

Kata Guntur, PDI Perjuangan tak pernah merasa berpisah dari Prabowo. Guntur menegaskan bahwa hanya posisi politik saja yang membedakan tapi selebihnya terkaif bangsa dan negara sama.

“Untuk soal prinsip menjaga bangsa dan negara, PDI Perjuangan tidak merasa berpisah dari Pak Prabowo, kalau soal posisi politik juga hanya beda posisi saja, saat ini ada di luar pemerintahan,” ujar dia.

Pada kesempatan berbeda, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, merespons Prabowo yang percaya PDIP akan membela negara dan bangsa.

Djarot menekankan partainya senantiasa teguh pada Pancasila dan haluan pembangunan ekonomi sesuai dengan Pasal 33 dan 34 UUD 1945.

“Secara ideologis PDI Perjuangan senantiasa kukuh untuk melaksanakan Pancasila sesuai dengan semangat kelahirannya 1 Juni 1945 dan UUD 1945, termasuk pasal 33 dan 34 yang kemarin disampaikan oleh Pak Prabowo,” kata Djarot.

“Haluan pembangunan ekonomi Indonesia sesuai dengan pasal 33 dan 34 UUD 1945 adalah pilihan ideologis bahwa tujuan Indonesia merdeka adalah mewujudkan masyarakat sosialis Indonesia,” tambahnya.

Prabowo sebelumnya diketahui berbicara mengenai kondisi koalisi politik di era pemerintahannya, termasuk sikap PDIP. Prabowo mengatakan sebetulnya PDIP berhati sama dengannya.

“Jadi, Saudara-saudara, bersaing itu baik. Bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, nggak masalah. Nanti juga bergabung lagi,” kata Prabowo saat pidato acara Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis 23 Juli 2026.

“PDIP juga sebetulnya hatinya sama dengan kita, benar, coba cek, digali hatinya. Sebetulnya sama,” katanya.

Prabowo mengungkit konstitusi yang dirumuskan oleh Bapak Pendiri Bangsa termasuk Sukarno yang identik dengan partai banteng bermoncong putih itu. Menurut dia, hal itu membuktikan pemerintahannya dan PDIP sejalan dalam membangun bangsa.

“Ini UUD 1945 yang bikin Bung Karno, Bung Hatta, pendiri-pendiri bangsa kita. Hati mereka sama,” ujar dia.

Dia pun berkelakar PDIP hanya belum membuat hasil kesepakatan Ijtima Ulama seperti yang dilakukan PKB, salah partai koalisinya.

“Hanya, belum bikin rekomendasi seperti Ijtima Ulama, belum,” katanya.

Exit mobile version