Suaranusantara.com- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pada Selasa malam 18 Agustus 2026 membuka pameran SBY Art Community 2026 yang bertajuk “Art for Peace and a Better Future: Collaboration” yang digelar di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Dalam pidato pembukaan pameran, Pramono memuji karya lukisan Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menurutnya, lukisan SBY merupakan karya yang luar biasa. Tak hanya itu, sosok SBY, menurut Pramono, merupakan pribadi yang memiliki talenta seni luar biasa.
“Saya melihat beliau ini sebagai sosok yang kalau dalam golf itu bisa disebut sebagai par excellence. Sebagai tentara, jenderal bintang empat. Sebagai ketua umum partai, menjadi presiden. Sebagai seniman, senimannya terlalu banyak. Main gitar bisa, baca puisi atau membuat puisi bisa. Tapi yang luar biasa adalah lukisan beliau,” ucap Pramono di lokasi, dikutip Rabu, 19 Agustus 2026.
Dalam kesempatan itu, Pramono mengaku telah mengoleksi sebanyak tiga lukisan karya SBY.
Ia menceritakan meski partainya berada di luar pemerintahan selama dua periode kepemimpinan SBY, hubungan serta komunikasi personal dan politik di antara kedua pihak tidak pernah terputus.
“Tetapi yang tidak pernah berubah adalah komunikasi yang kami bangun bersama. Bahkan ketika partai saya di luar pemerintahan selama 10 tahun, saya termasuk yang kemudian sering sekali bertemu, berdialog, berdiskusi dengan beliau di Hambalang, atau di Istana,” kata Pramono.
Ketua Koordinator SBY Art Community 2026, Letjen (Purn) Ediwan Prabowo, menyampaikan bahwa pameran ini menghadirkan sebanyak 150 karya lukis dari SBY, pelukis S.A.C, seniman asal Jerman Christopher Lehmpfuhl, hingga pelukis anak.
Ediwan menjelaskan, sebanyak 71 karya tematik ditampilkan di Galeri Emiria Soenassa untuk mengajak pengunjung berefleksi tentang dunia yang lebih damai dan lingkungan yang lestari.
Sementara itu, 79 karya plein air painting serta karya dengan teknik finger painting dipamerkan di Galeri Oesman Effendi.
“Tema ini merupakan kelanjutan dari semangat pameran pertama S.A.C. tahun 2025, yang kini dikembangkan melalui gagasan kolaborasi dengan seni sebagai media untuk menyampaikan pesan perdamaian dan kedamaian, kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, serta harapan akan masa depan yang lebih baik,” ujar Ediwan.
Pameran lukisan ini berlangsung mulai 19 hingga 30 Agustus 2026 di Galeri Emiria Soenassa dan Galeri Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Masyarakat dapat mengunjungi pameran ini secara gratis setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.
