Yeay! Udara Jakarta Bebas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Sekolah Tak Lagi PJJ Mulai Normal Kembali per Hari Ini

Anak-anak sekolah di Jakarta bisa KBM seperti biasa usai PJJ dua hari karena sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (Instagram @info.jakartabarat)

Anak-anak sekolah di Jakarta bisa KBM seperti biasa usai PJJ dua hari karena sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (Instagram @info.jakartabarat)

Suaranusantara.com- Udara di Jakarta kini kembali bersih seperti sedia kala setelah sebelumnya diguyur sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Minggu 6 September 2026.

Sebaran abu vulkanik yang menyelimuti Jakarta membuat aktivitas seperti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara offline terganggu.

Alhasil, Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengambil kebijakan untuk menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Senin dan Selasa 7-8 September 2026.

Berdasarkan citra satelit, pada Selasa 8 September 2026, abu vulkanik tak lagi mengarah Jakarta, melainkan ke Samudra Hindia.

Hal ini membuat udara Jakarta pada Selasa kemarin cukup membaik. Pemprov Jakarta pun mulai memberlakukan sistem KBM kembali normal sedia kala per hari ini Rabu 9 September 2026.

“Untuk PJJ, besok sekolah normal kembali,” tegas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat ditemui di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa 8 September 2026.

Menindaklanjuti keputusan tersebut, Gubernur langsung menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk segera menerbitkan Surat Edaran resmi terkait kembalinya proses belajar tatap muka di sekolah.

Keputusan mencabut kebijakan PJJ ini diambil Pemprov DKI Jakarta setelah melalui berbagai kajian dan pemantauan situasi di lapangan.

Salah satu indikator utama yang menjadi acuan adalah kembali puluhnya aktivitas penerbangan domestik yang sebelumnya sempat terganggu akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Berbagai alasan, salah satunya adalah karena memang penerbangan sendiri itu sebagai salah satu parameter sekarang sudah berjalan dengan normal,” jelas Pramono.

Meski sekolah kembali dibuka, Pemprov DKI Jakarta tetap waspada dan bergerak cepat mengatasi sisa-sisa dampak abu vulkanik. Upaya pembersihan udara dilakukan secara masif melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Tercatat sebanyak lima sorti penerbangan pesawat jenis Cessna Caravan telah dikerahkan sepanjang hari ini untuk melakukan penyemaian awan.

Langkah taktis ini dilakukan guna memastikan kualitas udara di langit Jakarta kembali aman dan sehat bagi pernapasan anak-anak sekolah yang esok hari kembali beraktivitas di luar ruangan.

Exit mobile version