Suaranusantara.com- Polemik ijazah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka belum juga usai. Terbaru, Mahkamah Agung (MA) melalui putusan kasasi menyatakan pembatalan terhadap surat keterangan (suket) pendidikan Gibran pada Jumat 30 Oktober 2026.
Sebelumnya, pada 6 Oktober 2026 lalu Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak ditemukannya bukti ijazah Gibran setara SLTA/sederajat di Singapura dan Australia.
Padahal suket tersebut menjadi salah satu syarat administrasi dalam pendaftaran pencalonan wapres pada Pilpres 2024 lalu.
Polemik ijazah ini, membuat sejumlah pihak menggaungkan agar Gibran mundur dari jabatannya sebagai wapres RI.
Apabila Gibran benar mundur dari kursi Wapres, tentunya Presiden Prabowo Subianto haruslah mencari penggantinya.
Pengamat komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, mengungkapkan Prabowo akan mengajukan dua nama calon wakil presiden ke MPR RI.
Menurutnya, Prabowo saat ini sedang menggodok sekitar 10 nama calon dari sejumlah partai politik untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Gibran.
Mulai dari PDI Perjuangan, antara lain, ada Ketua DPR RI Puan Maharani, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jakarta Pramono Anung.
Kemudian, dari Partai Golkar, ada Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Sementara itu, dari Partai Gerindra, ada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Selanjutnya, dari PAN, ada Menko Pangan Zulkifli Hasan; dari PKB, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin); serta dari Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Selain itu, ada pula dua sosok dekat Prabowo, yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono serta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
“Saya kira ada sekitar 10-an nama yang sekarang sedang digodok juga oleh Prabowo untuk dimajukan sebagai dua calon yang akan dibawa ke MPR. Sangat mungkin ini semua,” ungkap Ginting dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Senin 2 November 2026.
