Konsul Jenderal Guangzhou Ungkap Penyakit Lain yang Sebabkan Sutopo BNPB Meninggal

Jenazah Sutopo tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Sutopo tutup usia di Guangzhou, China untuk menjalani pengobatan penyakit paru yang dideritanya.(aul)

Bandara – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou, China, Minggu (7/7/2019) dini hari waktu setempat.

Sutopo tutup usia saat berjuang melawan kanker paru-paru yang dideritanya.

Jenazah Sutopo tiba di Indonesia sekira pukul 20.50 WIB. Tiba di Terminal Cargo Bandara Soekarno-Hatta, jenazah Sutopo yang berada di dalam peti jenazah berwarna hitam dengan diselimuti bendera merah putih sebagai tanda penghormatan negara atas jasa dan pengabdiannya untuk semasa hidupnya.

Jenazah Sutopo diantarkan langsung Konsul Jenderal Guangzhou, Gustanto dan disambut Kepala BNPB Letjend TNI Doni Monardo beserta seluruh staf BNPB. Sang istri, Retno Utami juga berada di lokasi, mukanya sembab dan sesekali menangis saat melihat peti jenazah sang suami.

Namun Gustanto mengungkapkan, Sutopo bukan meninggal karena kanker paru, melainkan adanya serangan jantung.

“Penyebab kematian beliau karena komplikasi yakni salah satunya Cardiac Heart Attack, berita ini datang dari rumah sakit,” ujar Gustanto.

Selain itu, Sutopo juga menderita Pneumonia yakni penyakit infeksi yang menyerang paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Penyebab lainnya yakni, left lung adenocarcinoma yang diderita Sutopo.

“Penyebab lainnya selain Pneumonia yaitu ada left lung adenocarcinoma yang mengenai kidney dan beberapa bagian lainnya seperti liver,” jelasnya.

Dari bandara, jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Depok. Untuk kemudian dimakamkan di Boyolali.(aul/and)

Exit mobile version