Soroti Gelombang PHK, Ketua MPR: Kemiskinan RI Berpotensi Meningkat

suaranusantara.com – Ketua MPR Bambang Soesatyo menyoroti tingginya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) belakangan ini. Apabila dibiarkan berkelanjutan angka kemiskinan berpotensi meningkat di Indonesia.

“Angka kemiskinan di Indonesia berpotensi meningkat apabila gelombang pemutusan hubungan kerja/PHK masih terus terjadi dan tidak dapat dikendalikan secara signifikan,” ujar pria yang akrab disapa Bamsoet dalam keterangan resminya kepada SuaraNusantara.com, Jumat (28/10/2022).

Karena itu, Bamsoet meminta ada langkah cepat yang diambil pemerintah terhadap gelombang PHK di akhir penghujung tahun. Salah satu langkahnya dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

“Disamping tetap memberikan jaminan perlindungan terhadap pekerja di tengah ancaman PHK yang makin mencuat akibat kondisi ekonomi global yang juga tidak menentu,” paparnya

Bamsoet mendorong pemerintah tetap melaksanakan program pengentasan kemiskinan, dengan strategi yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. Telebih dengan memajukan produktivitas UMKM.

“Agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Pemerintah perlu meningkatkan investasi agar kemiskinan dapat dituntaskan dengan berbagai program, mengingat kemiskinan rentan mengalami peningkatan seiring adanya beberapa dinamika perekonomian di tahun 2022 ini,” ujarnya.

Bamsoet juga meminta pemerintah untuk terus mendukung dan menjaga stabilitas dan kondisi perusahaan dan perindustrian, yang para pekerjanya terancam PHK. Setidaknya ada keringanan hingga subsidi untuk perusahan dan industri yang kesulitan ekonomi.

“Agar tidak merugi dan tidak terjadi PHK terhadap pekerja. Dan meminta pemerintah untuk berupaya menekan angka kemiskinan dengan terus meningkatkan atau melanjutkan berbagai program bantuan sosial/bansos, utamanya kepada pekerja yang telah diPHK, dan memberikan bantuan atau arahan kepada pekerja yang telah diPHK tersebut untuk dapat kembali bangkit bekerja di ranah lain atau membuka usaha sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” tutupnya.

Exit mobile version