SuaraNusantara.com – Konglomerat pemilik Kopi Kapal Api, Soedomo Mergonto atau pemilik nama asli Go Tek Hwi santer dikabarkan di sosial media bahwa rumah mewahnya tengah dijaga ketat oleh kepolisian.
Rumah mewah yang berada di Jalan Dhamahusada Indah, Surabaya, Jawa Timur ini diduga didemo buruh karena mereka tidak mendapat gaji dan THR (Tunjangan Hari Raya).Ini karena perusahaannya, PT Agel Langgeng di Beji, Pasuruan ditutup secara permanen.
Para karyawan berdemo menuntut pesangon dan THR. Dikabarkan bahwa PT tersebut diduga tutup karena tidak menguntungkan.
Awal mula kasus terjadi menjelang akhir tahun 2022. Kala itu, sebanyak 250 pegawai PT Agel Langgeng di Pasuruan diminta untuk libur dengan alasan ada mesin yang rusak sehingga harus diperbaiki. Pegawai diminta libur selama dua minggu.
Namun, hingga awal tahun 2023, pegawai PT Agel Langgeng tidak kunjung bekerja dan ternyata pabrik tersebut tiba-tiba ditutup. Usut demi usut, ternyata saat pekerja libur, mesin-mesin pabrik dipindahkan ke Bekasi tanpa sepengetahuan para pekerja.
Selang beberapa hari kemudian, para pegawai mendapat surat PHK yang dikirimkan melalui PT Pos Indonesia. Pegawai tak terima karena merasa dibohongi oleh perusahaan dan tidak diberikan pemberitahuan sebelumnya mengenai PHK.
Kabarnya, rumah Bos Kapal Api dan Relaxa dijaga ketat oleh banyak polisi lantaran digeruduk para buruh yang belu menerima kejelasan pesangon PHK massal. ( RIFKY/M-UBL )
