Sudah Harumkan Nama Bangsa, Politisi Muda PDIP Kembali Menjadi Delegasi di The 6th China – ASEAN Youth Symposium

Meryl Rouli Saragih (baju merah) bersama delegasi muda simposium China-ASEAN (foto instagram merylroulisaragih/tangkapan layar)

Meryl Rouli Saragih (baju merah) bersama delegasi muda simposium China-ASEAN (foto instagram merylroulisaragih/tangkapan layar)

Suaranusantara.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara Fraksi PDI Perjuangan, Meryl Rouli Saragih kembali mewakili Indonesia di Konferensi Internasional, yang akan digelar di Beijing, China.

Diketahui sebelumnya, Meryl pernah mewakili Indonesia diajang International Visitor Leadership Program di Amerika Serikat dan juga India – ASEAN Youth Summit di Hyderabad, India. Bahkan, Meryl mengharumkan nama Indonesia dengan berhasil mendapatkan penghargaan Youth Award dari Pemerintah India kala itu.

“Jadi dua bulan lalu saya mendapatkan informasi tentang Konferensi bergengsi ini, syaratnya harus menuliskan esai tentang Hubungan Cina dengan Negara ASEAN. Puji Tuhan, Alhamdulillah saya terpilih dan akan mewakili Indonesia sebagai Delegasi di The 6th China – ASEAN Youth Symposium yang diadakan di Universitas Peking, Beijing, Cina” ujar Meryl melalui keterangan yang diterima, (21/5/2023).

Berdasarkan “QS World University Rankings” Universitas Peking adalah Universitas Terbaik di Cina dan Asia, serta menempati urutan nomor 12 di Dunia. Selama 4 hari agenda, lanjut Meryl, hampir 200 delegasi terpilih dari Cina dan Negara ASEAN lainnya berdiskusi tentang topik dari Symposium, yakni Resilience Amid Disruption: Envisaging a blueprint for China-ASEAN Cooperation.

Lebih lanjut, Meryl yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Sumatera Utara ini mengatakan bahwa Simposium ini menampilkan topik-topik yang berfokus pada ketiga pilar Komunitas ASEAN yaitu :

1.Keamanan,
2.Politik,
3.Ekonomi
4.Sosial-Budaya.

Selain itu, Meryl juga tergabung dalam ASEAN Regional Forum Senior Official’s Meeting yang membahas mengenai “Preventive Diplomacy in and Era of Competitive Military Acquisition menyampaikan bahwa Tahun 2023, Indonesia memegang kepemimpinan ASEAN dengan tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”.

Sebagai Tuan Rumah ASEAN, Indonesia akan mendorong pembangunan Komunitas ASEAN 2025, yang mengarah pada penerapan pandangan ASEAN di kawasan Indo-Pasifik, memajukan pengakuan Timor Leste di ASEAN dan mengejar kesepakatan bersama tentang Kode Etik Laut Cina Selatan.

Negara ASEAN, sebut Meryl, sepakat untuk meningkatkan kemitraan ekonomi dan memperkuat ketahanan ekonomi melalui One Health Initiatve, pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan konektivitas pembayaran regional serta memperkuat kerjasama dalam memerangi perdagangan manusia dan perlindungan pekerja migran dan nelayan.

“Tentu Kerjasama ini harus dengan memegang teguh prinsip kesetaraan dan berkeadilan. Tidak boleh ada yang merasa lebih daripada yang lain,” tegas Meryl yang juga merupakan Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara.(ADT)

Exit mobile version