Suaranusantara.com – Beberapa hari dalam minggu ini, publik dikejutkan dengan pernyataan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menuding akan terjadi chaos atau kekacauan politik apabila sistem Pemilu berubah dari proporsional terbuka menjadi tertutup.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menilai bahwa seorang pemimpin seharusnya tidak menakut-nakuti rakyat dan bersikap negarawan, bahkan memberi ketenangan bagi rakyat dengan mendorong Pemilu berjalan lancar, aman dan adil.
“Tak perlu seorang pemimpin menakut-nakuti rakyat selama para pemimpin punya sikap kenegarawanan yang kuat dan Presiden Jokowi, KH Maruf Amin, Ibu Megawati Soekarnoputri semuanya mendorong dengan sikap kenegarawanan untuk menghasilkan Pemilu yang seadil-adilnya, sejujur-jujurnya, serta menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi,” kata Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2023).
Hasto menambahkan bahwa chaos atau kekacauan politik biasanya terjadi karena ada kecurigaan berlebihan.
“Chaos politik itu ketika dalam era kontestasi Pemilu yang sangat ketat ada yang menyalah gunakan kekuasaan, ada yang curiga berlebihan terjadi kecurangan sebelum Pemilu dilaksanakan, padahal kami menjadi bagian dari pilar demokrasi dari rakyat untuk rakyat. Kami tidak diajarkan untuk menang dengan segala cara mendapatkan kenaikan 300%, kami menang dengan cara-cara konstitusional,” jelas Hasto.
Terkait sistem pemilu, Hasto menuturkan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai yang siap dengan segala kondisi apapun. Sebab, lanjut Hasto, PDI Perjuangan mampu menghadirkan stok kader terbaik untuk menjadi pemimpin Indonesia kedepan.
“PDI Perjuangan selalu siap. Baik Pemilu Legislatif dengan daftar terbuka maupun tertutup, kami siap apapun yang diputuskan oleh MK (Mahkamah Konstitusi-red),” tegasnya. (ADT)
