SuaraNusantara.com – Wasekjen PD Agus Jovan Latuconsina menanggapi kabar AHY yang dipaksakan sebagai Cawapres Anies. Hal itu dianggap wajar namun semuanya tergantung pilihan dari Bacapres Anies Baswedan.
“Hak untuk memilih cawapres sudah diberikan kepada Anies selaku capres kami dukung, jadi jangan karena statement seperti ini, kemudian dipojokan Demokrat memaksakan AHY, Demokrat memaksa AHY dalam koalisi perubahan, tidak!,” kata Jovan di Jakarta, Selasa (13/6/2023).
“Kami sudah katakan fatsun mengikuti apa dalam koalisi perubahan bahwa cawapres ditentukan capres dalam hal ini Anies,” lanjutnya.
Jovan mengatakan kalaupun ada omongan dari internal partai bahwa AHY Cawapres terbaik, ya itu hal yang wajar. Pasalnya dalam koalisi Demokrat memiliki hak tersebut.
“Kalau internal Sebut AHY terbaik wajar saja itu internal partai Demokrat kalau soliditas serahkan Anies,” tuturnya.
Jovan mengungkap dengan adanya nama-nama cawapres dalam kantong Anies Baswedan. Sejatinya dapat segera diputuskan ke publik.
“Yang penting kembali kami garis bawah ada lima kriteria disepakati koalisi perubahan maka sandingkan nama-nama cawapres di kantong mas Anies terhadap lima kriteria siapa calon terbaik bisa bawa perahu koalisi belayar sampai tujuan,” tuturnya.
Jovan mengatakan dari hasil survei juga buktikan kalau peluang AHY jadi cawapres Anies, dapat tingkatkan peraihan suara. Karena itu sudah ada hitungan tersendiri secara ilmiah.
“Sudah ada hitungan sendiri dan kami juga melihat hasil survei terhadap calon wakil presiden dipasangkan capres
rata rata nilai tinggi persentase tinggi
namun kembali,” tutupnya (edw).
