SuaraNusantara.com – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anwar Abbas, memberikan dukungan terhadap munculnya bakal calon presiden Ganjar Pranowo dalam tayangan azan di salah satu stasiun televisi. Menurut Anwar, ini adalah hal yang sangat bagus karena tayangan tersebut berisi muatan dakwah yang mengajak masyarakat untuk beribadah.
“Dalam tayangan azan dengan memunculkan video Ganjar Pranowo tidaklah bermasalah bahkan hal demikian menurut saya sangat bagus karena di dalamnya ada muatan dakwah yaitu mengajak orang untuk sholat atau berbuat baik apalagi yang tampil itu adalah seorang tokoh yang merupakan bakal calon presiden,” ujar Anwar.
Anwar juga menyatakan bahwa tindakan Ganjar tersebut boleh-boleh saja dilakukan dan berpendapat bahwa nilai dan dampak tayangan itu akan sangat besar terhadap kehidupan keagamaan umat Islam.
Ia juga mempersilahkan bakal calon presiden lainnya untuk mengikuti jejak Ganjar tampil dalam tayangan azan televisi.
Namun, Anwar juga menyadari bahwa banyak orang mengaitkan tayangan tersebut dengan masalah politik jelang Pilpres 2024, yang dapat mengundang pro-kontra dan kegaduhan di masyarakat. Dalam konteks ini, ia mengingatkan prinsip yang berbunyi: “Meninggalkan kemafsadatan harus didahulukan dari pada mengambil kemashlahatan.”
Oleh karena itu, Anwar berpendapat bahwa jika tayangan tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan dan pro-kontra di tengah masyarakat, maka lebih baik ditinggalkan saja.
Ganjar Pranowo muncul dalam tayangan azan magrib di salah satu stasiun televisi swasta, memulai tayangan dengan pemandangan alam Indonesia dan menyambut jemaah yang akan salat.
Ganjar tampak mengenakan baju koko berwarna putih, peci hitam, dan sarung batik, serta berpartisipasi dalam wudu dan duduk di saf depan sebagai makmum. Tayangan ini telah memicu beragam reaksi dan perbincangan, terutama terkait dengan politik identitas.
