Inginkan Pemilu 2024 Berjalan Damai, Marinus Gea Minta Pemerintah Tindak LSM Asing yang Akan Mengintervensi

Marinus Gea (DOk. DPR RI)

Marinus Gea (DOk. DPR RI)

Suaranusantara.com- Anggota DPR RI Marinus Gae mengungkapkan kekhawatirannya tentang adanya indikasi kepentingan asing mengintervensi Pemilu 2024.

Politisi PDIP Marinus Gea mengatakan jika perlu perhatian serius terkait adanya kabar LSM yang didanai oleh asing untuk mengintervensi pemilu di Indonesia pada tahun 2024.

Kata Marinus Gea, jika kabar tersebut pernah ia dengar dan membaca disejumlah pemberitaan.

Baca Juga: Perundungan Siswa di SMK Tangerang Terekam Video Viral

Bahkan kata dia, kabar tersebut juga pernah diungkapkan oleh mantan kepala BIN jika LSM Amerika Serikat seperti NED dan IRI yang kerjanya mengacak-acak negeri orang.

“Ya gerakan LSM ini kan sudah beredar dimana-mana, bahkan mantan kepala BIN saja pernah mengingatkan kita soal ini, karena gerakan ini sangat mengkwatirkan sekali apalagi jelang pemilu 2024” kata Marinus Gea melalui pesan singkatnya pada Jumat 13 Oktober 2023.

Terkait ancaman pada pemilu tahun 2024, Anggota DPR RI Marinus Gea sampaikan jika perlu pengawasan keamanan yang kuat untuk mengurangi potensi dan ancaman.

Baca Juga: Evakuasi yang Menyayat Hati di Jalur Gaza Selatan, Kisah Nasser Abu Quta Kuburkan 19 Keluarga

“Pemerintah tentu saja tidak akan bisa diam soal ini termasuk penyelenggara pemilu, maka perlu menguatkan sistem keamanan dan pengawasan pemilu untuk mengurangi potensi risiko dan ancaman” ujar dia

Lebih lanjut, Ketua DPD Taruna Merah Putih Provinsi Banten itu sampaikan jika pencegahan itu tidak dilakukan segera, maka Indonesia sendiri akan menghadapi beberapa kerugian termasuk rusaknya integritas pemilu.

“Jika benar adanya gerakan intervensi tersebut, maka hal itu akan merusk kedaulatan dan integritas pemilu Indonesia, yang seharusnya merupakan proses yang bebas dan adil” imbuh Marinus Gea

“Hasil pemilu yang dipengaruhi oleh intervensi asing dapat menciptakan persepsi kecurangan dan ketidakadilan dalam pemilihan umum, yang dapat mengakibatkan ketidakstabilan politik dan konflik di dalam negeri” lanjut Marinus

Baca Juga: Cak Imin Harap Lemhannas Tetap Independen Hadapi Pilpres 2024

Terkait ditanya kemungkinan adanya kerja sama antaran LSM AS dengan LSM dalam negeri yang berencana cawe-cawe terhadap kedaulatan Indonesia Marinus Gea sampaikan jika hal itu bisa saja terjadi dengan berbagai bidang.

“Kerja sama antara LSM AS dan LSM Dalam Negeri dapat terjadi dan berkembang dari berbagai bidang, seperti hak asasi manusia, lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainnya, hal ini sangat wajar terjadi asal kerjasama itu harus diawasi jangan sampai memiliki atau bertujuan tertentu yang mengancam kedaulatan negara,” jelasnya

Seperti diketahui muncul pemeritaan beberapa waktu yang lalu mengenai rencana revolusi berwarna di Indonesia terutama keterlibatan NAD.

Baca Juga: Kenali Kode Plastik Galon: Mengenali Bahaya BPA dalam Galon Air Minum

Informasi yang bocor salah satunya dokumen yang mengungkap rencana badan intelijen Amerika Serikat (CIA) tengah mempersiapkan revolusi warna di Indonesia.

Banyak laporan yang menyebut Indonesia adalah termasuk target revolusi warna yang disiapkan oleh CIA, melalui National Endowment for Democracy (NED) untuk mencampuri Pemilu 2024.

IRI merupakan organisasi nirlaba Amerika Serikat yang didirikan pada 1983 dan didanai oleh pemerintah AS. Sejak didirikan, IRI telah bergerak aktif di Afrika, Asia, Karibia, Eropa Timur, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026, Brasil dan Venezuela Imbang Skor 1-1

IRI juga tercatat sebagai salah satu penerima hibah utama National Endowment for Democracy (NED) yang didukung CIA. Oleh karena itu, IRI dianggap sebagai pilar penting yang melayani kepentingan strategis AS di seluruh dunia.(red)

Exit mobile version