Luhut Minta Pengkritik Keluar Indonesia, Anies: Jadikan Kesempatan bukan Hindari

Luhut ajak anak muda jangan terlalu banyak baca doa agar RI tak kalah dari China (Instagram/@luhuy.pandjaitan)

Luhut ajak anak muda jangan terlalu banyak baca doa agar RI tak kalah dari China (Instagram/@luhuy.pandjaitan)

Suaranusantara.com – Saat ini Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan sedang menjadi sorotan publik, lantaran pernyataan dirinya yang meminta masyarakat pengkritik pemerintah untuk pergi dari Indonesia.

“Kita kritik bangsa kita, tapi kritik yang membangun. Jangan mengkritik semua jelek, semua jelek. Kalau jelek, pindah saja kau dari Indonesia,” kata Luhut.

Menanggapinya, pasangan calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan mengatakan sebuah kritikan harus dipandang sebagai proses pembelajaran.

“Ini pengalaman saya di pemerintahan. Ketika kita berada di dalam pemerintahan, maka pertanyaan, komentar, kritik itu harus dipandang sebagai proses pembelajaran pada publik. Jadi kalau ada komentar dan kritik, ini jadikan sebagai kesempatan untuk menjelaskan kepada publik. Tapi bukan kemudian yang terhindar dari salah,” ujar Anies.

Anies kemudian mencontohkan dirinya saat mendapatkan pertanyaan banyak dari media, dimana sudah menjadi tugas dia untuk menjelaskannya.

“Seperti sekarang, saya sedang ditanya sama teman-teman media. Pertanyaan teman media, kritik teman media, itu adalah bahan untuk saya jawab, untuk saya menjelaskan,” kata Anies.

Hal tersebut bertujuan, kata Anies agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana kebijakan pemerintah.

“Sehingga rakyat banyak akan mendengar nanti bagaimana kebijakan pemerintah itu penjelasannya lebih lengkap. Dengan ada komentar pertanyaan, kritik, sanggahan, di situlah pentingnya dalam prinsip demokrasi ada kebebasan berbicara,” ungkapnya.

Anies mengatakan terdapat tiga prinsip dasar demokrasi, yang mana salah satunya untuk mengkritik pemerintah.

“Prinsip dasar demokrasi minimal tiga. Satu kebebasan berbicara, khususnya mengkritik pemerintah. Kedua, pemilu yang adil jujur bebas, yang ketiga adalah adanya ruang bagi oposisi,” tutup Anies.

 

Exit mobile version