Anies dan Sohibul Iman, PKS: Sudah Komunikasi Tak Mungkin Terjadi Statement Tanpa Dialog

Anies dan Sohibul Iman resmi diusung PKS untuk Pilgub Jakarta 2024 (instagram @muhammadsuki_)

Anies dan Sohibul Iman resmi diusung PKS untuk Pilgub Jakarta 2024 (instagram @muhammadsuki_)

Suaranusantara.com- Selasa 25 Juni 2024 menjadi hari yang mengejutkan sejumlah pihak terutama partai politik, pasalnya PKS tiba-tiba resmi mengusung Anies dan Sohibul Iman di Pilkada DKI Jakarta

Pengusungan Anies Sohibul Iman itu diumumkan oleh Presiden PKS, Ahmad Syaikhu saat acara Sekolah Kepemimpinan Partai PKS Jakarta.

Menariknya, dalam pengusungan itu tak dihadiri oleh Anies, hanya Sohibul Iman saja yang hadir.

Ternyata saat pengusungan itu terjadi, Anies tengah berada di luar negeri.

Anies yang mengetahui dirinya diusung secara resmi oleh PKS pun menyampaikan apresiasinya melalui sebuah video di akun Instagram pribadinya @aniesbaswedan.

“Saya saat ini sedang dalam perjalanan, karena itu izinkan menyampaikan rekaman ini, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sikap PKS hari ini yang tadi disampaikan oleh bapak Presiden PKS (Ahmad Syaikhu),” ujar Anies seperti dikutip dari akun Instagram resminya @aniesbaswedan Rabu 26 Juni 2024.

Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsy pun berujar bahwa sebelum terjadi statement pengusungan Anies Sohibul Iman, pihaknya sudah terlebih dahulu berkomunikasi dengan mantan Gubernur Jakarta itu.

“Tidak mungkin terjadi sebuah statement tanpa ada dialog. Sudah komunikasi dalam, ke Nasdem, ke PKB, semua juga sudah terbicarakan,” kata Aboe saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 26 Juni 2024.

Aboe juga membantah bahwa munculnya keinginan PKS memasangkan Anies dan Sohibul, akan menghambat komunikasi dengan partai lainnya.

Sebagai informasi, untuk dapat mengusung pasangan cagub cawagub di Pilgub Jakarta 2025, partai politik atau gabungan partai politik, harus mengamankan kepemilikan 22 kursi di DPRD DKI Jakarta.

Saat PKS sendiri baru mengamankan 18 kursi, sehingga, mau tidak mau, partai yang dipimpin Ahmad Syaikhu ini harus berkoalisi dengan parpol lain untuk bisa mengusung pasangan Anies-Sohibul.

“Enggak, enggak ada yang ngeblok. Nanti komunikasi masih terbuka semua,” ujarnya.

Meski begitu, ia enggan mengungkapkan apakah proposal yang disodorkan PKS untuk mengusung Anies-Sohibul diterima oleh parpol lain.

Sebab menurutnya, situasi politik saat ini masih cair dan bisa berkembang.

Sementara itu, soal PKS yang ditawari jatah calon wakil gubernur oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM), menurut Aboe, politik itu dinamis dan dia pun meminta untuk menunggu perkembangan selanjutnya.

“Begini saja, politik itu dinamik, posisi masih berwaktu, masih bulan Agustus, November, artinya kita tunggu saja perkembangannya,” kata Aboe.

Dan saat ini PKS masih condong untuk mengusung Anies Sohibul.

“Tapi untuk sementara ini yang berkembang Anies-Sohibul Iman,” katanya

*

Exit mobile version