
Jakarta – SuaraNusantara
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengklaim perekaman data kependudukan pada Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (E-KTP) telah mengalami peningkatan signifikan.
Selama dua tahun menjabat orang nomor satu di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri, menurut Tjahjo, data kependudukan yang terekam di database Ditjen Dukcapil sudah menyentuh angka 96 persen lebih, dari target 178 juta jiwa warga Indonesia wajib E-KTP.
“Saya kira dua tahun masa saya Mendagri, sudah banyak kemajuan, sehingga per 1 Februari sudah 96 persen lebih dari target 178 juta jiwa warga Indonesia yang harus mempunyai E-KTP,” papar Tjahjo dalam acara pagelaran wayang kulit di Kantor Pusat Kemendagri, Jl. Medan Merdeka Utara, Sabtu malam, (11/3/2017).
Namun kata dia, di tengah program percepatan perekaman data ini, memang sedikit terhambat lantaran sejumlah daerah mengalami kelangkaan stok blanko. “Mudah-mudahan Maret ini sudah bisa diputuskan lelangnya siapa yang menang sehingga perekaman akan bisa cepat,” imbuhnya.
Bekas Sekjen PDI Perjuangan itu berjanji akan segera menuntaskan persoalan E-KTP tersebut. Diharapkan, akhir tahun 2017 ini sudah tidak ada lagi warga wajib E-KTP yang tidak memiliki kartu identitas sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut. “Kami punya target tahun ini selesai semuanya,” harap Tjahjo.
Penulis: Hasbullah