Soal Pindah Ibu Kota, Jokowi: Jangan Dikejar-kejar, Akhirnya Tidak Baik

Jokowi Ungkap Tantangan Akuisisi 51 Persen Saham Freeport Indonesia

Jokowi Ungkap Tantangan Akuisisi 51 Persen Saham Freeport Indonesia

Suaranusantara.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta agar proses pemindahan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur tidak dilakukan secara diburu-buru.

Sebab, menurut Jokowi segala sesuatu yang dilakukan dengan dipaksanakan, maka dikhawatirkan hasilnya akan tidak maksimal.

Jokowi menginginkan proses pemindahan ibu kota ke IKN dilakukan secara alami dan mempertimbangkan penuh kesiapan.

“Pindah rumah saja ruwetnya kayak gitu, ini pindah Ibu Kota. Jadi apa, jangan dikejar-kejar, sehingga belum siap kita paksakan, akhirnya tidak baik. Saya kira ini normal, natural saja,” kata Jokowi, Minggu (6/10/2024).

Jokowi menyebut perlu ada kesiapan matang perihal penataan ekosistem yang perlahan mulai dibangun, baik itu fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga ruang hiburan bagi warga sekitar.

“Pelan-pelan kita pindahkan, sehingga semuanya, terasa nyaman di sini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jokowi menejalaskan bahwa Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemindahan masih belum rampung lantaran menunggu kesiapan di IKN.

Ia menyatakan Presiden Terpilih RI Prabowo Subianto yang sepatutnya menerbitkan Keppres tersebut.

“Ya mestinya gitu, presiden yang baru, pak Prabowo,” ujar Jokowi.

Exit mobile version