Suaranusantara.com- Nama Abdul Kadir Karding tengah menjadi perbincangan hangat lantaran disebut-sebut bakal jadi menteri yang akan mengisi kursi kabinet di pemerintahan Prabowo.
Abdul Kadir Karding diketahui ikut menjadi salah satu nama dari 49 orang yang dipanggil oleh Presiden Terpilih 2024-2029 di Kertanegara IV Jakarta Selatan pada Senin 14 Oktober 2024.
Abdul Kadir Karding diminta datang ke Kertanegara lantaran Prabowo memintanya untuk membantu di kabinet pemerintahan yang akan datang.
Dengan bergabungnya Abdul Kadir Karding ke kabinet Prabowo maka dia menjadi salah satu wajah baru menteri yang akan duduk di kursi kabinet.
Abdul Kadir mengatakan pertemuan dengan Prabowo, adalah membahas perlindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI).
“Yang pertama, kami diminta untuk menekankan perlindungan bagi pekerja migran kita di luar negeri,” ujar Abdul Kadir Karding pada Senin 14 Oktober 2024
Ia juga menyebutkan bahwa Prabowo meminta bantuannya dalam membuka peluang kerja di luar negeri.
“Yang kedua, kita berharap dari situ juga nanti akan membantu membuka lapangan kerja terutama di sektor yang ada di luar negeri,” kata Kadir.
Setelah informasi tersebut disampaikan, Abdul Kadir mengakui bahwa ia kemungkinan besar diminta menjadi Menteri Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di dalam kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Lantas bagaimana profil dari Abdul Kadir Karding yang bakal menjabat sebagai menteri di kabinet Prabowo?
Abdul Kadir Karding merupakan politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang berkecimpung di dunia politik bersama PKB sejak tahun 1990-an.
Abdul Kadir lahir pada 25 Maret 1974 di Donggala, Sulawesi Tengah.
Soal pendidikan dia merupakan alumni Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro, Semarang, yang lulus pada tahun 1997.
Lalu Abdul melanjutkan studi dan meraih gelar magister di bidang ilmu politik dari Universitas Nasional Jakarta.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Abdul Kadir bergabung dengan PKB, setelah sebelumnya aktif berorganisasi saat menjadi mahasiswa.
Di usianya yang masih sangat muda 26 tahun, ia terpilih sebagai anggota legislatif daerah dan dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah.
Kariernya terus berkembang pesat dengan menjabat beberapa posisi strategis, di antaranya Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Tengah pada 2001-2003, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah pada 2001-2005, dan Ketua DPW PKB Jawa Tengah pada 2005-2006.
Tak hanya sampai di situ, ia pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI untuk periode 2009-2014 dan berhasil terpilih sebagai Ketua Komisi VIII dari Fraksi PKB yang menangani bidang agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan.
Namun, pada tahun 2012 Abdul dipindahkan ke Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, investasi, koperasi, dan BUMN.
Dua tahun kemudian, ia kembali ke Senayan sebagai anggota DPR di Komisi III setelah memenangkan Pemilu 2014.
Pada saat itu juga karier politik Abdul Kadir terus berlanjut, ia terpilih sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKB untuk mendampingi Ketua Umum Muhaimin Iskandar periode 2014-2019.
