Alumni UI Buat Petisi Tolak Gelar Doktor Ketum Golkar: Diduga Ada Praktik Komersialisasi

Bahlil Lahadalia gelar Doktor ditangguhkan UI. Foto saat ditetapkan sebagai Ketum Golkar (instagram @golkar.indonesia)

Bahlil Lahadalia gelar Doktor ditangguhkan UI. Foto saat ditetapkan sebagai Ketum Golkar (instagram @golkar.indonesia)

Suaranusantara.com – Alumni Universitas Indonesia (UI) membuat sebuah petisi untuk menolak gelar doktor yang disematkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Bahlil Lahadalia.

Petisi yang diunggah dalam laman change.org itu, tertulis bahwa alumni Universitas Indonesia (UI) menduga ada praktik komersialisasi dalam proses penyelesaian studi S3 Ketua Umum Partai Golkar.

“Kami para alumni Universitas Indonesia merasa prihatin dan keberatan atas dugaan praktik komersialisasi dalam proses penyelesaian studi doktoral di perguruan tinggi saudara Bahlil lahadalia,” tulis keterangannya.

Dalam petisi itu disebutkan bahwa studi Bahlil untuk meraih S3 dianggap sangat singkat dan mudah dalam meraih gelar doktor tanpa melalui proses penelitian yang mendalam dan memenuhi standar akademik yang ketat, telah mengikis nilai prestise dan kredibilitas gelar doktor itu sendiri.

“Menurut kami komersialisasi gelar doktor, seperti penurunan kualitas penelitian, devaluasi gelar doktor di mata masyarakat internasional, dan ketidakadilan bagi mahasiswa yang menjalani proses yang sama,” lanjut keterangan itu.

Alumnu UIpun mendesak dibentuknya tim independen untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan praktik komersialisasi dalam proses penyelesaian studi doktoral Bahlil lahadalia.

Serta, mencabut gelar doktor jika proses pemberian gelar tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Exit mobile version