Kritik Prabowo-Gibran, BEM FISIP Unair Dibekukan Pihak Kampus

Suaranusantara.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Airlangga (Unair), Surabaya dibekukan oleh pihak kampusnya.

Hal ini buntut dari pemasangan karangan bunga satire atas pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dilakukan oleh BEM FISIP Unair.

Karangan bunga itu bertuliskan “Selamat atas dilantiknya Jenderal Bengis Pelanggar HAM dan Profesor IPK 2,3 sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang lahir dari rahim haram konstitusi”.

Pada bagian bawah foto Prabowo ditulisi Ketua Tim Mawar. Sementara pada bagian foto Gibran ditulisi Admin Fufufafa. Selain itu, terdapat tulisan “Dari: Mulyono (Bajingan Penghancur Demokrasi)”.

Lalu pada Jumat (25/10/2024) sekitar pukul 16.13 WIB, BEM FISIP Unair mendapatkan surat dari Dekan FISIP Unair Prof Bagong Suyanto mengirimkan surat nomor: 11048/TB/UN3.FISIP/KM.04/2024 perihal Pembekuan Kepengurusan BEM FISIP Unair.

“Menindaklanjuti meluasnya di media sosial tentang kasus pemasangan karangan bunga ucapan selamat atas dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden RI di halaman FISIP Universitas Airlangga oleh pengurus BEM FISIP Unair, dan menimbang beberapa hal,” demikian surat yang dibuat Bagong kepada BEM FISIP Unair.

Menimbang penggunaan narasi dalam karangan bunga yang tidak sesuai dengan etika dan kultur akademi pimpinan fakultas. Selain itu, menimbang pemasangan karangan bunga di halaman FISIP Unair yang dilakukan tanpa izin dan koordinasi dengan pimpinan fakultas.

“Sehubungan dengan hal tersebut, dekanat FISIP Unair memutuskan bahwa kepengurusan BEM FISIP Unair, sejak hari ini dinyatakan dibekukan dan menunggu diterbitkannya surat keputusan dekan FISIP Unair selanjutnya,” begitu surat yang ditandatangani Bagong.

Exit mobile version