Imbas Penembakan Terhadap AKP Ryanto Ulil Anshari, Kapolda Sumbar Pastikan Kabag Ops Dadang Iskandar Dipecat

Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ryanto Ulil Anshari tewas ditembak Kabag Ops AKP Dadang Iskandar. Dadang mengenakan baju tahanan warna oranye dengan tangan diikat kabel tis (Instagram @palembangadogalo)

Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ryanto Ulil Anshari tewas ditembak Kabag Ops AKP Dadang Iskandar. Dadang mengenakan baju tahanan warna oranye dengan tangan diikat kabel tis (Instagram @palembangadogalo)

Suaranusantara.com- Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) AKP Ryanto Ulil Ashari diketahui tewas usai mendapat tembakan dari sesama rekan polisi yakni Kabag Ops AKP Dadang Iskandar.

Imbas penembakan yang dilakukan oleh AKP Dadang Iskandar terhadap AKP Ryanto Ulil Anshari itu, Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono akan melakukan penindakan tegas.

Penindakan tegas akan dilakukan dalam minggu ini berupa pemberhentian secara tidak hormat terhadap Kabag Ops AKP Dadang Iskandar.

“Pastinya tindakannya tegas, dalam minggu ini kami upayakan sudah ada proses PTDH,” kata Irjen Pol Suharyono pada Jumat 22 November 2024.

Atas insiden tersebut, langsung digelar sidang etik dan langsung dilaporkan ke pimpinan Polri dalam waktu tujuh hari ke depan.

“Dalam minggu ini, setidak-tidaknya dalam tujuh hari ke depan, saya sudah melaporkan ke pimpinan Polri dan juga dari pusat juga,” ujarnya.

Adapun AKP Ryanto Ulil Anshari ditembak Kabag Ops AKP Dadang Iskandar pada Jumat dini hari pukul 00.40 WIB.

Ryanto ditembak saat tengah melakukan proses identifikasi terhadap pelaku galian tambang C yang ditangkap.

Korban diketahui sebelum ditembak tengah mengidentifikasi pelaku galian tambang C di ruang identifikasi.

Lalu korban keluar menuju parkiran guna mengambil ponsel di mobilnya. Naas saat di parkiran itu, Ryanto ditembak dari jarak dekat oleh Dadang.

Korban ditembak dari jarak dekat oleh Dadang dan mengenai wajah Ryanto tepatnya pada bagian pipi kanan serta pelipis. Alhasil Kasat Reskrim Polres Solok Selatan itu pun langsung tergeletak bersimbah darah.

Sementara itu, usai menembak Ryanto, Dadang diduga langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian dengan menggunakan mobil dinas.

Untuk saat ini polisi masih terus mendalami motif dari penembakan terhadap Ryanto, apakah ada kaitannya dengan tambang ilegal atau bukan, hal ini masih belum dipastikan.

Kendati demikian, polisi akan memberikan tindakan yang tegas, kepada siapa pun yang menghalang-halangi penegakan hukum terkait tambang ilegal jenis galian C.

Exit mobile version