Suaranusantara.com – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Irma Suryani tak sepakat anggaran program makan bergizi gratis (MBG) menggunakan dana zakat.
Dia malah mengusulkan agar pembiayaan Program MBG menggunakan dana dari pendapatan hasil cukai rokok.
Sebab, menurut dia, anggaran cukai rokok di Indonesia pertahunnya telah capai ratusan triliun.
“Untuk [anggaran] Makan Bergizi Gratis, saya usul ambil dari cukai rokok saja. Sudah, selesai. Cukai rokok per tahun Rp150 triliun,” kata Irma dalam keterangan resmi, Jumat (17/1/2025).
Sebagai catatan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membukukan pendapatan negara dari bea dan cukai senilai Rp183,2 triliun per Agustus 2024. Secara perinci, kepabeanan dan cukai berasal dari penerimaan bea masuk, bea keluar, dan cukai. Dari ketiga pos tersebut, penerimaan dari cukai merupakan sumber utama yang senilai Rp138,4 triliun. Utamanya, cukai hasil tembakau (CHT) atau rokok, yang mencapai Rp132,8 triliun, tumbuh 4,7% (year on year/YoY).
Lebih lanjut, dia menyatakan tidak setuju atas usulan pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis diambil dari zakat.
Pasalnya, kata Irma, penggunaan dana zakat sudah diatur dalam agama secara jelas peruntukannya.
“Zakat itu kan fungsinya untuk kemaslahatan umat, ya fungsikan saja untuk itu. Bantuan ke fakir miskin,” ujar dia.
“Jangan bikin oknum-oknum pembenci pemerintah menggoreng-goreng program ini dengan usulan-usulan kontroversial,” tambah Irma.
Sebelumnya, Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin mengusulkan agar dana zakat bisa dipakai untuk membantu program MBG.
“Saya sih melihat ada DNA dari negara kita, DNA dari masyarakat Indonesia itu ‘kan dermawan, gotong royong. Nah, kenapa enggak ini justru kita manfaatkan juga? Contoh, bagaimana kita menstimulus agar masyarakat umum pun terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis ini, di antaranya saya kemarin juga berpikir kenapa enggak ya zakat kita yang luar biasa besarnya juga kita mau libatkan ke sana [MBG],” kata Sultan, Selasa (14/1/2025).
