Suaranusantara.com – Meski telah mengabdi selama satu dekade untuk Tottenham Hotspur, Son Heung-min belum bisa memastikan masa depannya di klub London Utara itu.
Dengan kontrak yang tersisa hanya satu musim, spekulasi soal kepergian Son Heung-min pun semakin menguat, apalagi dengan ketertarikan dari klub-klub kaya Liga Pro Saudi.
Pemain berusia 32 tahun itu akan memasuki tahun terakhir dari kontraknya di Tottenham.
Manajemen klub dikabarkan tidak akan melepas sang kapten kecuali ada tawaran luar biasa pada bursa transfer musim panas ini.
Di tengah berbagai spekulasi tersebut, Son tetap kalem. Saat dimintai tanggapan usai membawa Korea Selatan lolos ke Piala Dunia 2026 berkat kemenangan telak 4-0 atas Kuwait, ia enggan berbicara banyak mengenai masa depannya di Spurs.
“Saya masih punya satu tahun dalam kontrak saya,” ucap Son di Seoul, seperti dikutip dari Sports Mole.
“Daripada membuat pernyataan sekarang, lebih baik kita tunggu dan lihat saja. Di mana pun saya bermain, saya akan selalu memberikan yang terbaik.”
Musim yang Berat Namun Tetap Bermakna
Performa Son sepanjang musim 2024-2025 bisa dibilang naik turun. Cedera dan penurunan performa membuatnya hanya mencetak tujuh gol dalam 30 pertandingan Premier League, jauh dari 17 gol yang ia catatkan musim sebelumnya.
Namun begitu, ia tetap menganggap musim ini spesial. Keberhasilan Tottenham meraih trofi Liga Europa di Bilbao menjadi penutup manis yang membayar semua kerja keras.
“Saya tahu banyak yang kecewa dengan performa musim ini. Tapi bagi saya pribadi, ini musim yang istimewa. Dalam sepak bola, yang diingat adalah para juara,” ungkap Son.
“Saya memang belum dalam kondisi terbaik, tapi saya berharap musim depan bisa tampil lebih baik.”
Menanti Era Baru di Bawah Thomas Frank
Jika bertahan, Son Heung-min kemungkinan akan bekerja di bawah pelatih baru. Thomas Frank, arsitek asal Denmark yang saat ini menangani Brentford, santer dikabarkan akan menggantikan Ange Postecoglou sebagai manajer Spurs musim depan.
Dengan segala ketidakpastian yang ada, baik dari sisi pelatih maupun masa depan pribadi, Son memilih fokus menikmati sepak bola dan menyerahkan segalanya pada waktu.
