Suaranusantara.com – AFC memberikan respons terkait permintaan Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) yang mengajukan pemindahan lokasi ketika bertandang ke Indonesia.
AFC akan melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan pihak FIFA dan juga PSSI terkait dengan usulan dari BFA tersebut.
Sebelumnya, BFA telah melayangkan surat permohonan untuk menyelenggarakan pertandingan di tempat netral atau tidak berada di wilayah Indonesia.
Baca Juga: Empat Wakil Indonesia Siap Bertanding di Perempat Final BWF Denmark Open 2024
BFA meminta laga Bahrain vs Indonesia pada 25 Maret mendatang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia diselenggarakan di tempat yang netral.
AFC akan membahas masalah tersebut untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terjamin bagi semua pihak.
“AFC menanggapi kekhawatiran ini dengan serius dan berkomitmen penuh untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan semua pemain, ofisial, dan penggemar, sambil mengutuk semua bentuk pelecehan dan ancaman daring,” tulis laman resmi AFC, Jumat.
”AFC akan membahas masalah ini lebih lanjut dengan FIFA, BFA, dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terjamin bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam pertandingan tersebut,” tulis AFC.
Pihak BFA khawatir dengan keselamatan para pemain dan tim ofisial usai menerima serangan siber buntut dari pertandingan leg pertama yang berlangsung di Stadion Riffa, 10 Oktober 2024.
Dalam laga yang berakhir imbang 2-2 tersebut, pihak Bahrain kerap memperoleh keuntungan dari keputusan wasit Ahmed Al Kah.
Puncaknya ketika wasit asal Oman tersebut memperpanjang durasi injury time dari enam menit menjadi sembilan menit.
Wasit pada laga tersebut tanpa alasan yang jelas memperpanjang waktu hingga Bahrain mampu mencetak gol di masa perpanjangan waktu sembilan menit tersebut.
