KONI Targetkan Cabor PON 2028 Diumumkan Akhir Tahun Ini

PON 2028

Suasana pesta kembang api memeriahkan penutupan PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Stadion Utama Sumatera Utara, Sumut Sport Centre, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (20/9/2024). Pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut 2024 resmi berakhir dan selanjutnya PON XXII akan diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2028 .

Suaranusantara.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menargetkan cabang-cabang olahraga yang bakal dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 akan diumumkan pada Desember.

“Ketua Umum KONI Marciano Norman mengupayakan Surat Keputusan terkait cabang olahraga PON XXII/2028 di NTB-NTT keluar pada Desember,” demikian keterangan tertulis KONI Pusat sebagaimana dikutip dari laman resmi di Jakarta, Kamis 7 November 2024.

Baca Juga: Pelatih Arsenal Pertanyakan Keputusan Wasit Usai Kalah dari Inter Milan

Baca Juga: 5 Tim Putra dan 7 Tim Putri Siap Bersaing di Kompetisi Proliga 2025

KONI memprioritaskan cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON 2028 adalah cabang-cabang yang ada dalam Olimpiade.

Sementara untuk cabang yang tidak dipertandingkan pada PON mendatang, tetap diwadahi untuk berkompetisi melalui beberapa ajang terobosan dari KONI yang digelar setiap dua tahun di kabupaten/kota.

Ajang-ajang tersebut yakni Pekan Olahraga Bela Diri Nasional (Indonesia Martial Art Games/IMAG), Pekan Olahraga Pantai Nasional (Indonesia Beach Games), Pekan Olahraga Indoor (Indonesia Indoor Games), dan PON Remaja (Indonesia Youth Games).

Ketua Umum KONI Marciano mengatakan ada beberapa hal yang segera dibenahi untuk menyambut PON mendatang seperti regulasi, mutasi atlet, dan sebagainya.

Baca Juga: Real Madrid vs AC Milan di Liga Champions: Los Blancos Tumbang di Santiago Bernabeu

Baca Juga: Dony Tri Pamungkas Bakal Absen di Laga Persija Jakarta vs Madura United

Sebelumnya, ia juga mendorong tata kelola organisasi anggota di tingkat pusat hingga daerah agar semakin baik sehingga program pembinaan juga semakin produktif untuk menghasilkan atlet berkualitas.

“Apabila atlet di tingkat kabupaten/kota sudah baik, maka yang dipertandingkan di tingkat provinsi serta menjadi juara merupakan atlet yang betul-betul terbaik,” ujarnya.

Exit mobile version