Suaranusantara.com – Madura United akhirnya menunjuk Rahmat Basuki sebagai pelatih kepala interim setelah Paulo Menezes mengundurkan diri dari jabatannya.
Langkah ini diambil setelah serangkaian hasil buruk yang menimpa Madura United dalam kompetisi Liga 1 Indonesia.
Dikutip dari laman resmi Liga Indonesia pada Kamis, 19 Desember 2024, Direktur Madura United, Annisa Zhafarina, mengonfirmasi bahwa sementara waktu, tim akan dipimpin oleh Rahmat Basuki sambil manajemen mencari pelatih kepala permanen.
“Untuk sementara, Laskar Sape Kerrab akan dipimpin oleh caretaker pelatih Rahmat Basuki, sambil manajemen mencari pelatih kepala baru,” ujar Annisa.
Keputusan pengunduran diri Paulo Menezes bersama dua asisten pelatihnya, Tiago Alexandre Nunez Barata Marquez dan Helder Jose de Jesus Sarmento Pereira, dipicu oleh hasil buruk yang didapat Madura United dalam beberapa pertandingan terakhir.
Dalam enam laga berturut-turut, tim yang berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut gagal meraih poin, kalah dari Persija Jakarta, Arema FC, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Semen Padang, dan Borneo FC.
“Setelah enam pertandingan mengalami kekalahan beruntun, Coach Paulo Menezes dan dua asistennya, Tiago dan Helder, memutuskan untuk mundur dari kursi kepelatihan, akibat hasil buruk yang terus diterima,” kata Annisa menambahkan.
Hingga saat ini, Madura United tercatat berada di posisi ke-18 klasemen sementara Liga 1 Indonesia dengan hanya mengoleksi enam poin dari 15 pertandingan.
Tim yang kini terperosok di zona degradasi ini tertinggal lima poin dari zona aman.
Paulo Menezes yang didatangkan pada 4 Oktober 2024 untuk menggantikan Widodo Cahyono Putro, menjalani 10 pertandingan bersama Madura United.
Namun, dalam 10 laga tersebut, ia hanya mampu meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan tujuh kekalahan.
Sebagai pelatih interim, Rahmat Basuki akan memimpin tim pada pekan ke-16 Liga 1 Indonesia, yang akan bertanding melawan Bali United di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, pada Jumat, 20 Desember 2024 pukul 15.30 WIB.
Kini, semua mata tertuju pada Basuki untuk dapat membawa kebangkitan bagi tim yang sedang berada dalam tekanan besar.
