Suaranusantara.com – Salah satu alasan mengapa motor yang dimodifikasi tidak lulus uji emisi adalah karena modifikasi tersebut mengganggu proses pembakaran bahan bakar di mesin.
Modifikasi yang sering dilakukan adalah mengganti injektor, knalpot, atau bahan bakar dengan yang tidak sesuai dengan standar pabrikan1.
Hal ini bisa menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna, sehingga menghasilkan gas buang yang lebih kotor dan berbahaya bagi lingkungan.
Untuk menghindari hal ini, sebaiknya Anda tidak melakukan modifikasi yang berlebihan pada motor Anda, dan tetap melakukan perawatan rutin seperti ganti oli, filter udara, busi, dan injektor2.
Anda juga harus memilih bahan bakar yang sesuai dengan rasio kompresi mesin, dan tidak menggunakan bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah atau lebih tinggi dari yang direkomendasikan3.
Jika motor Anda tidak lulus uji emisi, Anda harus melakukan tindakan perbaikan sesuai dengan saran dari petugas uji emisi.
Anda bisa membawa motor Anda ke bengkel resmi atau yang terpercaya untuk melakukan servis atau pengecekan lebih lanjut.
Jika perlu, Anda harus melakukan turun mesin untuk memeriksa kondisi kompresi atau klep mesin4.
Dengan melakukan hal-hal di atas, Anda bisa membuat motor Anda lebih sehat dan ramah lingkungan, serta menghindari sanksi dari pihak berwenang.
