Suaranusantara.com – Ojek online (ojol) nekat menerobos jalur kereta
sekitaran Jembatan rel kereta di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat viral seusai pengendara. Padahal kondisi jembatan itu bukan peruntukan jalur motor.
Jembatan terletak persis di Pintu Air Karet. Di sisi barat ada Pasar Pintu Air Petamburan, sedangkan di sisi sebaliknya itu jalan menuju Stasiun Tanah Abang.
Di sana ada jalur kereta dipisah dengan dua jembatan. Di sisinya hanya ada jalan kecil yang muat untuk pejalan kaki.
Perlintasan di sisi jalan ke arah Stasiun Tanah Abang tidak terdapat palang pintu otomatis. Jalannya kecil, dan hanya muat dilintasi oleh motor.
Terlihat ada satu orang yang berjaga di perlintasan tanpa pintu tersebut. Dia mengatur, menyetop pengendara motor yang akan melintas bila ada aba-aba kereta mendekat
Di sana palang pintu otomatis sudah terpasang, dan aktif saat hendak ada kereta yang melintas. Sementara itu, berbeda dengan perlintasan di sisi Pasar Pintu Air Petamburan.
Aji penjaga perlintasan sering melihat pengendara motor nekat melintasi jembatan kereta tersebut. Sulit untuk diperingatkan dan kebanyakan warga lokal.
“Sering, kadang gak ada omongan masuk-masuk aja, makanya kita omongin. Kalau mau masuk mah bilang dulu ‘kereta udah lewat belum, gitu’ kadang maen slanang slonong aja,” ujar Aji saat ditemui di lokasi.
Bila ada pengendara nekat menerobos jembatan kereta, Aji kerepotan dan Aji khawatir tiba-tiba kereta hendak lewat dan jaraknya sudah dekat.
Jalan kereta dari sisi Stasiun Tanah Abang bentuk berkelok. Sehingga Aji tidak bisa melihat jarak kereta dan baru terlihat saat kereta keluar dari tikungan.
“Iya kita yang jadi kerepotan, kalau ketabrak kita-kita juga yang kena. Ntar kita dulu yang dibawa (kalau diperiksa),” ungkapnya.
Selanjutnya Sandi, warga yang tinggal di sekitar lokasi menyebut banyak orang menerobos jembatan kereta itu selalu ngaku buru-buru.Sandi tidak ada waktu pasti kapan pengendara nekat itu datang.
“Tergantung, paling orang yang mendesak aja lah yang buru-buru, orang daerah seberang,” ujar Sandi.
“Yang lewat nggak tentu paling satu atau dua lah. Nggak (banyak sekaligus), mungkin orang juga lewat sini takut,” sambungnya.