Suaranusantara.com – Politisi PDIP, Aria Bima memberikan sindiran menohok pada klaim Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai ‘partai super terbuka’.
Menurut dia, apabila Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) benar-benar bergabung sebagai Ketua Dewan Pembina, maka citra ‘partai terbuka’ itu bisa luntur.
“Partai lain ya, saya nggak bisa banyak komentar. Tapi kalau partainya itu super terbuka terus pak Jokowi ketua dewan pembina terus mas Kaesang ketua umum kan nanti lebih tidak go public hehe,” kata Aria, Senin (21/7/2025).
Atas dasar itu, Aria Bima lantas mempertanyakan letak keterbukaan PSI jika struktur pimpinannya diisi oleh ayah dan anak.
“Katanya terbuka? itu nanti kesannya jadi tidak tebuka, kesannya kok terus menjadi partai domestik lagi hehe,” tuturnya.
Meski demikian, Aria Bima mengaku tak masalah dengan pilihan partai tersebut.
Sebab, dia menilai, itu merupakan hak progresif PSI.
“Nah kalau ini menjawab pertanyaan, kalau kamu ngomong bahwa kalau pak Jokowi jadi ketua dewan pembina dikesankan nanti menjadi partai yang domestik, dikesankan, tapi itu hak daripada PSI,” ucapnya.
Sebelumnya, Kaesang Pangarep kembali terpilih menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) periode 2025-2030, dengan peraian suara sebanyak 65,28 persen.
Dalam beberapa kesempatan, Kaesang kerap mengungkapkan bahwa banyak tokoh nasional akan bergabung dan menjadi kader PSI.
Hanya, saja dia enggan mengungkapkan siapa sosok tersebut.
“Nanti dilihat aja, sudah (ada),” kata Kaesang pada momen Kongres PSI di Solo.
“Cuma hari ini kan masih kongres, bukan waktunya saya untuk memperkenalkan beliau-beliau ini ke publik,” tambahnya.
