Suaranusantara.com- Ketika banyak brand besar mulai bermain aman dalam desain smartphone, Infinix justru mengambil pendekatan berbeda. Infinix Zero Ultra menjadi contoh nyata bagaimana sebuah ponsel bisa tampil nyentrik namun tetap fungsional.
Dari layar lengkung yang sinematik hingga kamera utama 200MP, perangkat Infinix Zero Ultra ini membuktikan bahwa Infinix berani melampaui ekspektasi.
Ponsel ini hadir dengan paduan visual menarik, menampilkan lapisan belakang dua warna serta tekstur yang berbeda. Material kaca glossy mendominasi bagian bodi, memberi kesan mewah namun tetap berisiko meninggalkan sidik jari. Sisi sampingnya dibalut rangka plastik yang melengkung, sementara bagian atas dan bawah yang datar memberi aksen desain yang mirip dengan ponsel flagship lain seperti Vivo X80 Pro.
Letak tombol power dan volume yang ditempatkan di sisi kanan membuat kontrol terasa praktis. Sementara bagian bawah perangkat menampung speaker utama, slot dual SIM, dan konektor USB Type-C yang sudah menjadi standar masa kini.
Salah satu fitur yang langsung mencuri perhatian adalah layarnya yang melengkung. Panel AMOLED berukuran 6,82 inci ini menyuguhkan resolusi Full HD+ dan refresh rate mencapai 120Hz, menciptakan pengalaman visual yang mulus, tajam, dan imersif.
Layar ini juga sudah mendukung sertifikasi WideVine L1, membuatnya kompatibel dengan pemutaran konten HD dari layanan streaming seperti Netflix. Sayangnya, dukungan untuk HDR10 belum tersedia, yang bisa jadi catatan kecil bagi penikmat konten berkualitas tinggi.
Di sektor performa, Infinix Zero Ultra dibekali chipset MediaTek Dimensity 920 yang mampu menangani berbagai kebutuhan harian dengan baik, mulai dari multitasking hingga gaming berat seperti Call of Duty: Mobile dengan pengaturan grafis tinggi.
Meski bukan prosesor paling anyar, kinerjanya tetap solid dan stabil. Sistem operasi yang digunakan adalah XOS 12.0 berbasis Android 12, yang memang sudah terasa cukup lawas.
Namun, sistem ini menawarkan berbagai fitur menarik seperti jendela mengambang, bilah akses cepat, dan tema yang bisa disesuaikan. Infinix sendiri menjanjikan akan memberikan pembaruan Android 13, meskipun hanya sekali.
Keunggulan paling mencolok dari Zero Ultra terletak pada kameranya. Sensor utama 200MP yang dilengkapi OIS mampu menghasilkan foto dengan tingkat detail tinggi bahkan dalam pencahayaan minim.
Kamera ini didampingi oleh lensa ultrawide 13MP dan sensor kedalaman 2MP. Untuk keperluan selfie, tersedia kamera depan 32MP yang memberikan hasil natural, dengan tambahan mode AI, Portrait, dan Beauty yang menyempurnakan tampilan wajah. Walau begitu, distorsi pada foto dari lensa ultrawide masih menjadi kekurangan yang terlihat di beberapa kondisi pemotretan.
Beralih ke daya tahan, Zero Ultra dibekali baterai 4.500mAh—kapasitas yang sedikit di bawah standar ponsel sekelasnya yang umumnya membawa baterai 5.000mAh. Namun, teknologi fast charging 180W yang disematkan menjadi nilai jual utama. Dengan teknologi tersebut, pengisian dari nol hingga penuh hanya memerlukan waktu sekitar 23 menit tanpa perlu mengaktifkan mode khusus.
Saat pertama diperkenalkan ke pasar, harga Zero Ultra mencapai Rp6,5 juta. Namun, kini ponsel ini bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp5 juta di berbagai platform e-commerce. Penurunan harga ini menjadikannya semakin menarik bagi pengguna yang ingin mencicipi fitur flagship tanpa perlu menguras dompet.
