Suaranusantara.com- Teknologi tak selalu harus berujung pada limbah. Fairphone membuktikan bahwa ada cara lain—cara yang lebih peduli terhadap lingkungan dan masa depan bumi. Melalui Fairphone 6, perusahaan asal Belanda ini kembali menegaskan bahwa inovasi bisa berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan.
Dari sisi tampilan, Fairphone 6 akan mengusung layar berukuran 6,31 inci dengan panel P-OLED berteknologi LTPO. Teknologi ini memungkinkan refresh rate yang bisa menyesuaikan antara 1Hz hingga 120Hz, memberikan kenyamanan visual sekaligus efisiensi daya. Layarnya juga dikabarkan memiliki resolusi tinggi dan perlindungan Gorilla Glass 7i untuk menahan goresan dan benturan ringan.
Di balik tampilannya yang sederhana dan minimalis, perangkat ini menyimpan kekuatan yang tak bisa diremehkan. Prosesornya menggunakan Snapdragon 7s Gen 3 dari Qualcomm yang bisa mencapai kecepatan 2,5GHz, disandingkan dengan RAM 8GB dan memori internal 256GB yang masih bisa diperluas hingga 2TB lewat slot microSD. Sistem operasinya juga tak kalah segar, karena Fairphone 6 langsung berjalan di Android 15 dengan tampilan antarmuka yang hampir mendekati versi murni dari Google.
Daya tahan menjadi salah satu keunggulan lainnya. Meskipun kapasitas baterainya berada di angka 4.415mAh—tidak terlalu besar dibanding pesaingnya—ponsel ini sudah mendukung pengisian cepat 33W melalui protokol USB Power Delivery. Cukup untuk mengisi daya dengan efisien dalam waktu singkat.
Urusan kamera pun tak dilupakan. Fairphone 6 akan hadir dengan kamera belakang ganda, dengan sensor utama 50MP bukaan f/1.56 dan kamera ultra-wide 13MP dengan sudut pandang luas 120 derajat. Di bagian depan, kamera 32MP siap memanjakan pengguna yang gemar selfie maupun melakukan video call. Kualitas tinggi kamera ini menjadi nilai tambah, terutama bagi mereka yang aktif di media sosial.
Namun, yang paling mencuri perhatian dari Fairphone 6 adalah desain modularnya. Setiap komponen utama seperti baterai, kamera, layar, earpiece, hingga port USB-C bisa dilepas dan diganti secara mandiri. Komponen pengganti ini nantinya akan tersedia di toko resmi maupun mitra ritel, membuat perbaikan jadi lebih terjangkau dan ramah lingkungan.
Fitur konektivitasnya juga lengkap. Fairphone 6 mendukung jaringan 5G, dilengkapi dengan Wi-Fi 6E, serta Bluetooth 5.4. Dimensinya pun cukup ergonomis, dengan ukuran 164 x 75 x 8mm yang pas digenggam dan tidak makan tempat di kantong.
Perangkat ini rencananya akan lebih dulu menyapa pasar Eropa dengan harga 549 euro, yang jika dikonversi ke rupiah setara dengan sekitar Rp9 jutaan, tergantung kurs saat itu. Tersedia dalam pilihan warna elegan seperti Horizon Black, Cloud White, dan Forest Green, ponsel ini menyasar pengguna yang ingin tampil beda namun tetap peduli pada lingkungan. Belum ada informasi apakah Fairphone 6 juga akan dirilis secara global, termasuk ke wilayah Asia seperti Indonesia.
Dengan segala keunggulan dan pendekatannya yang berbeda dari kebanyakan smartphone di pasaran, Fairphone 6 memberi angin segar bagi konsumen yang ingin lebih dari sekadar ponsel pintar—yakni perangkat yang juga mencerminkan nilai-nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
