Suaranusantara.com- Vivo resmi memperkenalkan Vivo V60, smartphone kelas menengah terbaru yang mengutamakan kekuatan kamera, desain tipis, serta baterai jumbo. Setelah lebih dulu hadir di India, perangkat ini dipastikan segera masuk pasar Indonesia sebagai penerus Vivo V50 yang rilis Februari lalu.
Dari sisi kamera, Vivo V60 tampil unggul berkat kerja sama dengan ZEISS. Ponsel ini mengandalkan sensor utama Sony IMX766 50 MP dengan OIS, kamera telefoto 50 MP (Sony IMX882) dengan zoom optik 3x, serta kamera ultra-wide 8 MP dengan sudut pandang 120 derajat.
Vivo juga melengkapi kamera dengan LED Aura Ring Flash, fitur AI Four-Season Portraits, dan mode Wedding vLog khusus pasar India. Sementara itu, kamera depannya beresolusi 50 MP dengan dukungan perekaman 4K.
Layar menjadi daya tarik lain berkat panel AMOLED quad-curved 6,77 inci beresolusi FHD+, refresh rate 120Hz, dan tingkat kecerahan puncak hingga 5.000 nits. Panel ini sudah mendukung HDR10+, PWM dimming 2160Hz, dan dilapisi kaca pelindung Diamond Shield.
Meski membawa baterai jumbo 6.500 mAh dengan fast charging 90W, Vivo berhasil menjaga desain tetap ramping dengan ketebalan hanya 7,53 mm dan bobot 192 gram. Hal ini menjadikannya ponsel dengan baterai besar yang tetap tipis dan ringan.
Untuk performa, Vivo V60 diperkuat chipset Snapdragon 7 Gen 4 (4nm) dengan GPU Adreno 722, RAM hingga 16 GB, serta penyimpanan internal 512 GB. Sistem pendingin ruang uap turut hadir untuk menjaga performa tetap stabil. Fitur lainnya termasuk IP68/IP69, speaker stereo, NFC, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, serta dukungan 5G.
Ponsel ini menjalankan Funtouch OS 15 berbasis Android 15, dengan komitmen pembaruan OS hingga 4 tahun dan update keamanan 6 tahun.
Di India, Vivo V60 tersedia dalam warna Mist Grey, Moonlit Blue, dan Auspicious Gold. Harga mulai dari INR 36.999 (Rp 6,7 juta) untuk varian 8/128 GB hingga INR 45.999 (Rp 8,3 juta) untuk varian 16/512 GB. Penjualan dimulai pada 19 Agustus 2025.
Untuk pasar Indonesia, Vivo V60 sudah lolos sertifikasi TKDN dengan nilai 35,80% dan uji Postel Komdigi pada 17 Juli 2025, menandakan kehadirannya tinggal menunggu pengumuman resmi.
