Redmi 15C 5G Resmi Meluncur, Usung Dimensity 6300 dan Baterai 6000mAh

Redmi 15C 5G

Redmi 15C 5G

Suaranusantara.com- Redmi balik lagi dengan gebrakan baru. Setelah bulan Agustus lalu memperkenalkan Redmi 15C versi 4G di Indonesia, kini giliran edisi 5G yang nongol di pasar global. Walaupun tampangnya masih mirip-mirip, tapi di balik bodinya ada perbedaan penting yang bikin versi 5G ini lebih bertenaga.

Secara tampilan, Redmi 15C 5G masih mempertahankan desain notch di bagian layar dan modul kamera belakang berbentuk kotak yang mirip dengan seri iPhone 16 Pro. Bedanya, permukaan belakangnya kini terlihat lebih polos dibandingkan model 4G yang punya pola unik menyerupai pasir pantai.

Performa jadi pembeda paling mencolok. Redmi 15C 5G ditenagai chipset MediaTek Dimensity 6300 (6nm) yang sanggup berlari hingga 2,4 GHz, didukung GPU Mali-G57 MC2. Bandingkan dengan versi 4G yang hanya mengandalkan Helio G81 Ultra dengan fabrikasi 12nm. Varian memori yang tersedia yaitu 4/128 GB dan 4/256 GB, lengkap dengan slot microSD untuk ekspansi penyimpanan.

Layar ponsel ini cukup luas, berukuran 6,9 inci dengan resolusi HD+, refresh rate 120Hz, dan tingkat kecerahan maksimal 810 nits. Kamera belakangnya mengusung sensor utama 50 MP ditemani satu lensa tambahan, sementara kamera depan punya resolusi 8 MP.

Daya tahan juga jadi keunggulan, dengan baterai besar 6000 mAh serta dukungan pengisian cepat 33W. Namun, untuk beberapa pasar seperti Polandia, charger tidak disertakan dalam paket penjualan.

Fitur lainnya cukup lengkap: sensor sidik jari di samping, NFC, Bluetooth 5.4, WiFi, GPS, audio jack 3,5 mm, hingga radio FM. Bobot ponsel ini mencapai 211 gram dengan dimensi 173,2 × 81 × 8,2 mm.

Untuk harga di Spanyol, Redmi 15C 5G dipasarkan mulai 180 euro (Rp3,5 juta) untuk varian 4/128 GB, dan 200 euro (Rp3,9 juta) untuk varian 4/256 GB. Belum ada konfirmasi resmi apakah model ini akan masuk ke Indonesia. Namun, jika mengikuti jejak versi 4G, ada kemungkinan banderolnya akan lebih murah dibandingkan pasar Eropa yang cenderung lebih tinggi karena pajak.

 

Exit mobile version