Suaranusantara.com- Lewat Nova Flip S, perusahaan ini menunjukkan bahwa teknologi canggih tak harus selalu mahal. Dengan harga di kisaran Rp7 jutaan, Huawei tampak serius memperluas jangkauan konsumennya tanpa mengorbankan kualitas dan tampilan premium yang menjadi ciri khasnya.
Nova Flip S kini dijual mulai 3.488 yuan atau sekitar Rp7 jutaan, menjadikannya ponsel lipat termurah yang pernah dirilis Huawei. Bandingkan dengan generasi pertamanya yang dijual sekitar Rp10 jutaan, jelas terlihat bahwa Huawei berusaha menarik lebih banyak pengguna, terutama kalangan muda yang ingin menjajal teknologi lipat tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.
Meski harganya turun signifikan, kesan mewah tetap terasa kuat dari bodi rampingnya yang hanya 6,9 mm saat terbuka dan berat 195 gram.
Desainnya kini tampil lebih segar dengan pilihan warna baru seperti Sky Blue dan Feather Sand Black, melengkapi varian sebelumnya—New Green, Zero White, Sakura Pink, dan Star Black.
Gaya visual ini menegaskan karakter Nova Flip S sebagai ponsel yang tidak hanya fungsional, tapi juga fashionable. Di bagian luar, terdapat layar mungil berukuran 2,14 inci (480×480 piksel) yang bisa menampilkan berbagai animasi interaktif, notifikasi, hingga akses cepat ke aplikasi penting seperti cuaca, jadwal kegiatan, atau pembayaran digital lewat kode QR.
Huawei juga membekali ponsel ini dengan fitur “jendela langsung”, yang memudahkan pengguna melihat informasi real-time seperti status penerbangan dan pesanan tanpa harus membuka lipatan ponsel.
Begitu dibuka, pengguna disambut layar utama 6,9 inci beresolusi 1136×2698 piksel dengan panel LTPO yang mendukung refresh rate adaptif 1–120Hz. Tampilan visualnya halus dan responsif, baik untuk bermain gim, menonton video, maupun sekadar berselancar di media sosial.
Sistem engsel waterdrop hinge yang digunakan juga bukan sembarangan. Huawei mengklaim engsel ini mampu mengurangi lipatan layar secara signifikan dan sudah mengantongi sertifikasi dari Swiss SGS dengan ketahanan hingga 1,2 juta kali buka-tutup, menjamin keawetan perangkat untuk penggunaan jangka panjang.
Di sektor kamera, Nova Flip S membawa sensor utama 50MP (f/1.9) yang didukung kamera ultra-wide 8MP (f/2.2). Kombinasi ini mampu menghasilkan foto dengan detail tajam dan warna natural. Untuk selfie, Huawei menyematkan kamera depan 32MP yang mendukung perekaman video hingga resolusi 4K, lengkap dengan teknologi AIS (Artificial Image Stabilization) agar hasil rekaman tetap stabil meski tanpa tripod.
Bagian daya tak kalah menarik. Ponsel ini dilengkapi baterai 4.400mAh yang tergolong besar untuk ukuran ponsel lipat tipis. Dengan dukungan fast charging 66W, perangkat bisa terisi penuh hanya dalam waktu singkat—solusi ideal bagi pengguna aktif yang tak ingin menunggu lama. Huawei juga menambahkan sensor sidik jari di sisi bodi untuk keamanan praktis tanpa mengganggu tampilan minimalisnya, serta sertifikasi tahan air ringan yang cukup untuk penggunaan harian.
Soal sistem operasi, Nova Flip S menjalankan HarmonyOS 5.1, sistem buatan Huawei yang kini semakin matang dengan tampilan antarmuka yang halus dan konektivitas lintas perangkat yang optimal. Meski Huawei belum mengungkap jenis chipset yang digunakan, banyak yang memperkirakan ponsel ini mengandalkan prosesor Kirin terbaru dengan efisiensi daya tinggi dan performa stabil.
Huawei menyediakan dua varian penyimpanan: 256GB seharga sekitar Rp7 juta dan 512GB seharga Rp7,6 juta. Kapasitas yang besar ini jelas memanjakan pengguna yang gemar menyimpan banyak foto, video, dan aplikasi tanpa khawatir cepat penuh.
Dengan segala kombinasi antara harga terjangkau, desain elegan, fitur lengkap, serta daya tahan tinggi, Huawei Nova Flip S berpotensi menjadi primadona baru di pasar ponsel lipat kelas menengah. Huawei tampaknya berhasil membuktikan bahwa kemewahan dan teknologi canggih kini bisa hadir dalam genggaman siapa saja.
