Suaranusantara.com- Buat anak 2016-an, nama Samsung Galaxy J2 Prime pasti langsung bikin senyum miris. HP ini bukan cuma sekadar gawai, tapi simbol perjuangan di era smartphone kentang yang penuh drama memori penuh dan performa ngos-ngosan. Walau sudah lewat bertahun-tahun, popularitasnya masih aja dibahas sampai sekarang.
Waktu itu, J2 Prime sempat jadi primadona. Layarnya 5 inci TFT dengan resolusi 540×960 piksel, dipadu chipset Mediatek MT6737 quad-core dan RAM 1,5 GB. Kameranya 8 MP di belakang dan 5 MP di depan lengkap dengan LED flash, plus baterai 2.600 mAh yang waktu itu dianggap cukup mumpuni. Dengan harga resmi sekitar Rp1,7 jutaan, J2 Prime awalnya tampak menjanjikan banget.
Sayangnya, di balik tampilannya yang oke, tersimpan sumber penderitaan utama: memori internal cuma 8GB! Dari total itu, cuma sekitar 1,6 GB yang benar-benar bisa dipakai pengguna. Selebihnya udah disedot sama sistem operasi Android Marshmallow. Hasilnya? Notifikasi “memori penuh” jadi makanan sehari-hari. Belum sempat install WhatsApp, Instagram, atau TikTok, HP sudah teriak minta ruang.
Meski begitu, pengguna J2 Prime nggak kehabisan akal. Banyak yang pakai microSD buat mindahin aplikasi, walaupun nggak semua bisa dipindah. Sisanya, ya harus ikhlas hapus beberapa aplikasi. Dari situ muncul pelajaran hidup: “kalau mau hemat, pakai J2 Prime aja.”
Yang paling mengejutkan, HP satu ini ternyata masih bisa main Mobile Legends. Meski jalannya patah-patah dan nggak bisa unduh resource tambahan, tetap aja bisa jalan. Itu bukti betapa ringan game tersebut sekaligus betapa keras kepala pengguna J2 Prime zaman dulu.
Kalau dipikir-pikir, J2 Prime juga punya kelebihan yang jarang disadari. Layar TFT-nya cukup terang, bahkan dibanding beberapa HP baru kayak Redmi 13. Desainnya juga simpel tapi elegan dengan bezel mengilap, plus UI Grace UX dari Samsung yang enak dilihat. Walau tergolong entry level, tampilannya tetap punya ciri khas Samsung yang keren di zamannya.
Tujuh tahun berlalu, teknologi smartphone udah jauh berkembang. Sekarang HP 1 jutaan aja udah punya memori 128GB, layar 90Hz, chipset gaming, dan baterai badak 5.000 mAh. Tapi tetap, Galaxy J2 Prime bakal selalu punya tempat spesial di hati para “korban nostalgia”. Ia jadi pengingat betapa bersyukurnya kita sekarang hidup di era memori lega.
