Suaranusantara.com – Kabar akan hadirnya POCO Pad M1 tentu menjadi angin segar di tengah persaingan pasar tablet yang semakin sengit.
Kehadirannya bukan sekadar pelengkap lini produk POCO, melainkan wujud ambisi besar brand ini untuk memperluas ekosistem perangkat produktivitas dan hiburan.
Setelah sempat menjadi perbincangan hangat di forum teknologi, perangkat ini akhirnya muncul di database Geekbench, menandakan waktu peluncurannya sudah di depan mata.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi agresif, tablet POCO Pad M1 akan memperkuat posisi POCO di segmen layar besar, mengikuti jejak sukses Poco Pad X1.
Dengan perpaduan performa tinggi, desain elegan, serta efisiensi daya yang menjanjikan, tablet ini diprediksi mampu menantang dominasi merek besar di kelas menengah.
Tidak hanya menawarkan spesifikasi impresif, POCO Pad M1 juga membawa filosofi baru dalam penggunaan tablet modern, ringan untuk mobilitas, kuat untuk produktivitas, dan menyenangkan untuk hiburan.
Performa Andal Berkat Snapdragon 7s Gen 4
Dalam pengujian Geekbench, perangkat POCO Pad M1 tercatat menggunakan chipset Snapdragon 7s Gen 4, prosesor kelas menengah premium yang terkenal dengan efisiensi tinggi dan stabilitas performanya.
Chip ini siap menangani berbagai kebutuhan, mulai dari multitasking, bermain gim ringan, hingga pemrosesan AI.
Hasil uji Geekbench AI mencatat skor single precision 1103, half precision 1090, dan quantized score 1707. Angka-angka ini menegaskan potensi besar tablet ini dalam sektor kecerdasan buatan.
Menariknya, POCO Pad M1 akan hadir dengan sistem operasi Android 15 langsung dari pabrikan. Walau Android 16 telah dirilis, pembaruan ke versi terbaru diperkirakan akan segera tersedia setelah perilisan resmi.
Dukungan Aksesori dan Kemiripan dengan Redmi Pad 2 Pro
Berdasarkan sertifikasi TDRA, POCO Pad M1 dipastikan mendukung aksesori tambahan seperti keyboard dan stylus.
Kehadiran dua perangkat ini memperluas fungsionalitas tablet, menjadikannya cocok untuk pelajar, pekerja kreatif, maupun profesional yang membutuhkan fleksibilitas tinggi.
Dari segi desain dan spesifikasi, banyak pengamat meyakini bahwa tablet ini merupakan versi rebranding dari Redmi Pad 2 Pro yang lebih dulu dirilis di China.
Strategi seperti ini sudah menjadi ciri khas POCO, yang kerap memanfaatkan ekosistem Xiaomi untuk mempercepat waktu rilis tanpa mengorbankan kualitas produk.
Layar Luas dan Pengalaman Visual yang Imersif
Jika mengacu pada spesifikasi Redmi Pad 2 Pro, POCO Pad M1 kemungkinan membawa layar 12,1 inci dengan resolusi tajam 2560×1600 piksel dan refresh rate 120Hz.
Perpaduan ini akan menghadirkan pengalaman visual yang halus dan imersif, ideal untuk menonton film, membaca, atau bermain gim.
Tablet ini juga dilengkapi kamera 8MP di bagian depan dan belakang, cukup memadai untuk kebutuhan video conference, kelas online, maupun dokumentasi ringan.
Baterai Tangguh dan Fitur Pengisian Serbaguna
Salah satu nilai jual utama POCO Pad M1 terletak pada sektor daya. Tablet ini dikabarkan membawa baterai besar 12.000mAh yang mendukung pengisian cepat 33W.
Tak berhenti di situ, fitur reverse wired charging 27W memungkinkan pengguna mengisi perangkat lain menggunakan tablet ini.
Kapasitas besar ini menjadikan tablet POCO Pad M1 ideal untuk aktivitas panjang, baik bekerja seharian di luar kantor, bepergian jauh, maupun menikmati hiburan tanpa khawatir kehabisan baterai.
Strategi Rebranding dan Prospek Pasar
Langkah rebranding yang diambil POCO bukan semata strategi cepat, tetapi upaya cerdas untuk menghadirkan inovasi dengan harga lebih kompetitif.
Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal peluncurannya, kemunculan POCO Pad M1 di Geekbench menjadi pertanda kuat bahwa debut resminya hanya tinggal menunggu waktu, kemungkinan bersamaan dengan Poco F8 Pro dan Poco F8 Ultra.
Dengan kombinasi layar luas, performa efisien, dan daya tahan baterai tinggi, POCO Pad ini berpotensi menjadi salah satu pilihan terbaik di pasar tablet menengah tahun ini.
Kehadirannya menegaskan bahwa POCO kini bukan hanya pemain di ranah smartphone, tetapi juga kompetitor serius di dunia perangkat produktivitas modern.
