Harga Mulai Rp1,6 Juta, Ini Perbedaan Oppo A6x 5G dan A6x 4G

Oppo A6x 5G

Oppo A6x 5G Siap Goyang Pasar Entry-Level

Suaranusantara.com- Persaingan ponsel entry-level kembali memanas di India setelah Oppo menghadirkan dua perangkat baru yang mengisi lini A6 mereka. Kehadiran Oppo A6x 5G dan A6x 4G memicu perhatian karena keduanya tampil nyaris kembar secara desain, namun membawa kemampuan berbeda di bagian dapur pacu.

Strategi ini mengisyaratkan bahwa Oppo tidak hanya fokus pada tampilan luar, tetapi juga ingin menjangkau kebutuhan pengguna yang beragam.

Kedua ponsel ini sama-sama mengusung layar punch-hole berukuran 6,75 inci dengan panel LCD HD+. Refresh rate 120 Hz menjadi nilai jual utama karena cukup jarang ditemukan pada perangkat dengan harga yang hanya berkisar Rp1–2 jutaan. Kecerahan maksimumnya mencapai sekitar 1.125 nits, sehingga tetap nyaman dipakai di luar ruangan.

Dari sisi desain, A6x 5G maupun A6x 4G menampilkan bodi dengan lengkungan halus dan sudut yang membulat, serta pilihan warna yang berbeda tergantung pasar. Keduanya juga telah mengantongi sertifikasi IP64, sebuah fitur yang jarang ada pada ponsel murah.

Walaupun tampil serupa, perbedaan sebenarnya terletak pada teknologi yang dibawa. Oppo A6x 5G menggunakan chipset MediaTek Dimensity 6300 yang memberikan dukungan jaringan generasi kelima.

Chip ini dikenal efisien dan cukup tangguh untuk kebutuhan harian. Sebaliknya, Oppo A6x 4G mengandalkan Snapdragon 685, prosesor entry-level yang telah terbukti stabil untuk aplikasi sosial media, streaming, maupun permainan ringan. Tanpa dukungan 5G, model 4G menyasar pengguna yang merasa jaringan LTE masih cukup untuk pemakaian sehari-hari.

Sektor kamera tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Di bagian depan, keduanya memakai kamera 5 MP yang sudah memadai untuk panggilan video atau swafoto sederhana. Di belakang, masing-masing memiliki kamera utama 13 MP.

Varian 4G diketahui membawa sensor monokrom tambahan, sementara versi 5G belum mengungkapkan detail lengkap sensor keduanya. Meski demikian, hasil foto diperkirakan tidak jauh berbeda untuk pemakaian standar seperti memotret objek statis atau kebutuhan media sosial.

Perbedaan paling mencolok justru terletak pada pengisian daya. Walaupun dua perangkat ini sama-sama menggunakan baterai besar 6.500 mAh, kemampuan pengisiannya sangat berjarak.

Model 5G didukung fast charging 45W yang mampu mengisi penuh dalam waktu sekitar satu jam. Sementara itu, varian 4G hanya diberi pengisian 10W yang membutuhkan hingga empat jam untuk mencapai daya maksimal. Untuk pengguna yang sering bepergian, keunggulan ini menjadi faktor penentu.

Keduanya menjalankan ColorOS 15 yang telah dirampingkan dari segi tampilan maupun iklan, namun detail mengenai versi Android dasarnya belum dipublikasikan. Fitur tambahan seperti pemindai sidik jari samping, dual SIM, slot microSD terpisah, USB-C, hingga jack audio 3,5 mm turut disematkan.

Dari sisi harga, Oppo menawarkan pilihan yang sangat berbeda antara pasar India dan Indonesia. Oppo A6x 5G dibanderol antara Rp2,3 juta hingga Rp2,6 juta, tergantung konfigurasi RAM dan penyimpanan.

Sementara varian 4G yang hadir di Indonesia tersedia mulai Rp1,6 juta. Dengan perbedaan harga sekitar Rp700 ribu hingga Rp1 juta, pengguna tinggal menyesuaikan kebutuhan mereka.

Bagi yang hanya memerlukan perangkat untuk komunikasi dasar hingga aktivitas ringan, A6x 4G menjadi opsi paling masuk akal di bawah Rp2 juta. Namun, untuk konsumen yang ingin memastikan ponselnya tetap relevan dalam beberapa tahun ke depan, terutama ketika jaringan 5G semakin meluas, A6x 5G adalah pilihan yang lebih visioner. Dukungan fast charging 45W juga menjadi nilai lebih yang sulit diabaikan.

Strategi Oppo merilis dua perangkat dengan tampilan identik namun kemampuan berbeda ini menunjukkan pendekatan cerdas untuk menguasai pasar entry-level.

Dengan menyediakan opsi “hemat sekarang” dan “siap masa depan”, Oppo menegaskan dirinya masih menjadi salah satu pemain utama di segmen ponsel terjangkau.

Exit mobile version