Motorola Razr 60 Resmi Dijual di Indonesia, Ponsel Lipat Premium Harga Rp11,9 Juta

Spesifikasi Motorola Razr 60 Ultra

Spesifikasi Motorola Razr 60 Ultra (Foto:Youtube/motorolamexico)

Suaranusantara.com- Peluncuran Motorola Razr 60 di Indonesia tak hanya sekadar menambah pilihan produk, tetapi juga berpotensi menggeser peta persaingan smartphone lipat.

Dengan banderol yang relatif kompetitif, Motorola Razr 60 diprediksi akan menarik perhatian pengguna yang ingin naik kelas ke ponsel lipat tanpa harus membayar terlalu mahal. Momentum kehadiran Motorola Razr 60 pun dinilai tepat di saat minat pasar terhadap perangkat foldable terus meningkat.

Perusahaan teknologi global, Motorola, akhirnya memastikan jadwal penjualan Motorola Razr 60 untuk konsumen Indonesia. Ponsel lipat terbaru ini dijadwalkan mulai tersedia pada 25 Februari 2026 tepat pukul 00.00 WIB melalui berbagai marketplace resmi yang menjadi mitra penjualan Motorola di Tanah Air. Kepastian ini menjawab penantian panjang para penggemar seri Razr yang sudah menunggu kehadiran generasi terbarunya.

Tak hanya mengumumkan tanggal penjualan, Motorola juga membuka informasi mengenai harga resmi Motorola Razr 60 di Indonesia. Perangkat foldable premium tersebut dipasarkan dengan banderol Rp11,9 juta. Dengan harga tersebut, Motorola tampak ingin menempatkan produknya sebagai penantang serius di segmen ponsel lipat kelas menengah ke atas yang selama ini didominasi merek tertentu.

Masuknya Motorola Razr 60 ke pasar domestik juga telah memenuhi seluruh persyaratan regulasi. Smartphone dengan nomor model XT2553-9 tercatat sudah mengantongi sertifikat TKDN dari Kementerian Perindustrian sejak November 2025 dengan nilai 35,35 persen, melampaui ambang batas minimal untuk perangkat 4G dan 5G.

Selain itu, izin operasional juga telah diterbitkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Direktorat Jenderal SDPPI pada Januari 2026, menandakan perangkat ini legal digunakan di seluruh jaringan operator Indonesia.

Dari sisi desain, Motorola Razr 60 mengusung konsep lipat vertikal yang sekelas dengan lini clamshell populer di pasaran. Ketika dibuka, pengguna akan disambut layar utama LTPO AMOLED berukuran 6,9 inci dengan resolusi tinggi serta dukungan HDR10+ yang menjanjikan tampilan visual lebih hidup.

Di bagian luar, tersedia layar sekunder 3,6 inci yang memudahkan pengguna memantau notifikasi atau menjalankan aplikasi ringan tanpa perlu membuka ponsel sepenuhnya.

Performa perangkat ini ditopang chipset MediaTek Dimensity 7400X berbasis fabrikasi 4 nanometer, dipadukan dengan RAM 8 GB untuk menunjang kinerja harian.

Pada sektor kamera, Motorola menyematkan sensor utama 50 MP yang dilengkapi fitur OIS, sehingga pengambilan gambar tetap stabil meski di kondisi cahaya rendah. Untuk kebutuhan daya, baterai berkapasitas 4.500 mAh dengan dukungan pengisian cepat 30 watt diklaim cukup menemani aktivitas seharian.

Kehadiran HP ini diperkirakan akan memberi warna baru di pasar ponsel lipat Indonesia, terutama bagi konsumen yang menginginkan desain futuristis dengan harga yang lebih terjangkau dibanding sejumlah kompetitor.

Meski varian warna untuk pasar Indonesia belum diumumkan secara detail, spesifikasi inti diprediksi tidak akan jauh berbeda dari versi global. Penjualan perdana akhir Februari ini pun bakal menjadi tolok ukur seberapa besar minat masyarakat terhadap seri Razr generasi terbaru.

Exit mobile version