SuaraNusantara.com – kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) kian marak digunakan oleh perorangan hingga perusahaan.
Banyak hal yang dapat dilakukan AI untuk menggantikan pekerjaan manusia, mulai dari bersih-bersih, desai, penulis hingga mengerjakan PR.
Hal tersebut membuat resah bagi banyak orang, pasalnya AI di khawatirkan dapat menggantikan peran dari manusia.
Stephen Hawking, Fisikawan asal Inggris sempat memperingatkan ancaman dari munculnya AI terhadap umat manusia.
“pengembangan kecerdasan buatan secara penuh berarti akhir umat manusia” ujar Hawking, Desember, 2014 silam.
Hal itu sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang sistem sintesis suara AI yang baru digunakan Hawking seperti dilansir BBC.
Perlu diketahui, Stephen Hawking adalah sosok jenius namun memiliki kekurangan.
Yaitu, menderita penyakit neuron motorik yang mirip dengan amyotropic lateral sclerosis (ALS) yang membuat lumpuh dan tidak bisa bicara.
Hawking dalam menjalankan aktivitasnya dibantu dengan kursi roda dan suara robotiknya serta AI untuk membantu dirinya jalani keseharian serta saat jadi pembicara.
Meski AI sangat berguna dalam mempermudah pekerjaan manusia.
Namun, tetap saja Stephen Hawking merasa khawatir terhadap AI yang dapat melampaui manusia.
Saat ini hadirnya ChatGPT dari OpenAI dapat membantu beberapa pekerjaan seperti membantu atau mengerjakan tes kedokteran dan pengacara.
Dengan hadirnya ChatGPT diyakini dapat menggantikan sejumlah pekerjaan, apakah ini bentuk kekhawatiran Stephen Hawking dan mulai terbukti?
Akan kah manusia mampu dikalahkan AI?.(Alief)
