Suaranusantara.com – Maskapai penerbangan adalah salah satu pilihan transportasi yang banyak digunakan oleh para pelancong.
Ada berbagai macam maskapai penerbangan di dunia, mulai dari yang menawarkan harga murah hingga yang memberikan layanan mewah.
Namun, tahukah Anda bahwa ada juga maskapai penerbangan yang memiliki nama dan konsep unik? Berikut ini adalah beberapa contoh maskapai penerbangan yang pernah ada dengan nama dan konsep yang tidak biasa.
- Pet Airways
Pet Airways adalah maskapai penerbangan yang didedikasikan khusus untuk mengangkut hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing.
Maskapai ini diluncurkan pada tahun 2009 di Florida, Amerika Serikat. Kabin utama pesawat telah disesuaikan dengan mengganti kursi penumpang dengan kandang-kandang yang nyaman untuk hewan-hewan tersebut.
Setiap pesawat dapat membawa sekitar 50 hewan peliharaan. Para kru pesawat, atau dikenal sebagai pet attendant, memeriksa kondisi “penumpang” setiap 15 menit. Sebelum lepas landas, hewan-hewan tersebut diajak berjalan-jalan.
Para hewan juga diberi kesempatan ke kamar mandi di ruang tunggu bandara yang dirancang khusus1.
- Hooters Air
Hooters Air adalah maskapai penerbangan yang didirikan oleh pemilik restoran Hooters, yang terkenal dengan pramugarinya yang seksi.
Maskapai ini beroperasi dari tahun 2003 hingga 2006 di Amerika Serikat. Maskapai ini menawarkan penerbangan murah dengan hiburan yang menarik.
Selain pramugari biasa, maskapai ini juga memiliki Hooters Girls, yaitu wanita-wanita cantik yang mengenakan seragam Hooters berwarna oranye dan putih.
Mereka bertugas untuk menyapa, mengobrol, dan berfoto dengan penumpang.
Maskapai ini juga menyediakan majalah, kartu, dan permainan Hooters untuk mengisi waktu penerbangan2.
- MGM Grand Air
MGM Grand Air adalah maskapai penerbangan yang hanya menyediakan penerbangan kelas satu atau first class saja.
Maskapai ini didirikan pada tahun 1987 oleh MGM Grand, sebuah hotel kasino yang terletak di Las Vegas.
Maskapai ini menargetkan para kaum borjuis dan selebritas yang menginginkan kenyamanan dan kemewahan tingkat tinggi.
Meski armada Boeing 727 dan Douglas DC-8 yang digunakan seharusnya bisa memuat ratusan penumpang, namun maskapai ini hanya bisa mengangkut 33 penumpang di setiap penerbangan dengan rute Los Angeles-New York.
Interior di dalam pesawat didesain ulang sedemikian rupa untuk memberikan fasilitas mewah, seperti kursi kulit, televisi, video, telepon, dan bar.
Selama penerbangan, para penumpang akan dilayani lima pramugari yang siap menyajikan makanan dan minuman kelas satu, mulai dari wine, sampanye, dan lain sebagainya.
Sebelum naik pesawat, para penumpang juga mendapatkan pelayanan mewah, seperti limosin yang menjemput dari rumah, tanpa antrean di bandara, tidak perlu check-in, dan tanpa waktu tunggu saat pengambilan bagasi.
Sayangnya, maskapai ini tidak bisa bertahan lama dan akhirnya dijual pada tahun 19952.
- Eos Airlines
Eos Airlines adalah maskapai penerbangan yang juga hanya menyediakan penerbangan kelas satu.
Maskapai ini beroperasi dari tahun 2005 hingga 2008 di Amerika Serikat.
Maskapai ini menggunakan armada Boeing 757 yang seharusnya bisa menampung 220 penumpang, namun hanya diisi dengan 48 penumpang saja.
Setiap penumpang mendapatkan ruang pribadi yang luas, dengan kursi yang bisa diubah menjadi tempat tidur.
Maskapai ini juga menyediakan fasilitas hiburan, seperti televisi, DVD, iPod, dan internet.
Selain itu, maskapai ini juga memberikan layanan personalisasi, seperti memilih menu makanan, minuman, bantal, selimut, dan bahkan parfum yang diinginkan oleh penumpang.
Maskapai ini menawarkan penerbangan antara New York dan London dengan harga yang lebih murah dibandingkan maskapai lain yang menyediakan kelas satu2.
- Air Sylhet
Air Sylhet adalah maskapai penerbangan yang didirikan oleh empat orang Muslim dari Inggris pada tahun 2007.
Maskapai ini menawarkan penerbangan halal, yaitu penerbangan yang sesuai dengan syariat Islam.
Maskapai ini tidak menyajikan makanan dan minuman yang mengandung alkohol atau babi.
Maskapai ini juga menyediakan ruang salat, Al-Quran, sajadah, dan kompas untuk menunjukkan arah kiblat. Selain itu, maskapai ini juga menghormati waktu salat dan tidak mengumumkan hal-hal yang tidak penting saat salat.
Maskapai ini menargetkan para penumpang Muslim yang ingin melakukan perjalanan ke tempat-tempat suci, seperti Mekkah, Madinah, dan Yerusalem.
Sayangnya, maskapai ini mengalami masalah keuangan dan akhirnya berhenti beroperasi pada tahun 2009
