Melihat Perbandingan Harga Starlink di Indonesia vs AS, Mana Lebih Murah Cek Perbedaannya di Sini

Starlink masuk Indonesia harganya lebih murah dibanding AS (instagram @seasia.news)

Starlink masuk Indonesia harganya lebih murah dibanding AS (instagram @seasia.news)

SuaraNusantara.com- Layanan internet Starlink berbasis satelit besutan Elon Musk tengah menjadi sorotan.

Terlebih Starlink yang sudah resmi jualan di Indonesia membuat publik langsung berlomba-lomba menjajal layanan internet besutan Elon Musk.

Mengingat warganet asal Bandung mengaku menggunakan Starlink dan dapat menikmati kecepatan internet hingga 200 Mbps lebih.

Bukan cuma itu saja, Starlink kabarnya sangat bisa digunakan untuk wilayah terpencil sekalipun berkat satelit yang mengorbit rendah.

Tapi tahukah kamu, untuk dapat menikmati kecepatan Starlink tentu harus menyiapkan budget, mulai dari membeli perangkat hingga biaya langganan per bulan.

Starlink di Indonesia hanya dibanderol harga langganan Rp.750 ribu per bulan, ternyata harga ini terbilang murah dibanding di negara asalnya Amerika Serikat (AS).

Harga langganan internet Starlink per bulan di Indonesia hanya Rp.750 ribu di luar dari perangkat penunjang layanan.

Harga alat atau perangkat penunjang layanan internet Starlink di Indonesia adalah Rp.7,8 juta.

Namun hingga 10 Juni 2024 perangkat Starlink mendapat potongan harga 40 persen, masyarakat yang ingin memasang hanya cukup membayar Rp.4,68 juta saja.

Sementara itu, di AS harga langganan per bulan layanan Starlink 120 dollar atau setara dengan Rp.1,9 juta.

Dan harga perangkatnya sendiri sekitar 599 dollar atau setara dengan Rp.9,7 juta.

Di Indonesia Starlink juga menyediakan paket lain yang disebut paket Bisnis dengan harga langganan per bulan mulai Rp.1,1 juta.

Dan harga perangkat penunjangnya sama seperti paket Residensial Rp.7,8 juta.

Untuk layanan paket Bisnis, lagi-lagi harganya lebih murah dibanding di AS.

Di AS paket bisnis Starlink dibanderol dengan harga mulai dari 140 dollar AS atau setara Rp.2,2 juta) per bulan.

Dengan harga perangkat penunjang layanan dibanderol 2.500 dollar AS atau setara dengan Rp.40 juta.

*

Exit mobile version