Apple Ajukan Proposal Investasi Rp 1,57 Triliun, Bagaimana Sikap Pemerintah Indonesia Akankah Menerima Tawaran?

Apple ajukan proposal investasi nilai 100 juta dollar AS atau setara Rp.1,57 triliun (instagram @arsitektuspedia.id)

Apple ajukan proposal investasi nilai 100 juta dollar AS atau setara Rp.1,57 triliun (instagram @arsitektuspedia.id)

Suaranusantara.com- Apple demi bisa iPhone 16 masuk ke Indonesia melakukan upaya dengan mengajukan proposal investasi 100 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp.157 triliun.

Apple sebelumnya berencana melakukan pembangunan pabrik aksesoris di Bandung senilai Rp.157 miliar.

Namun nilai tersebut belum menutup jumlah kekurangan komitmen awal yang mulanya Rp.1,7 triliun tapi baru investasi Rp.1,48 triliun.

Itu artinya masih kurang Rp.240 miliar. Dan investasi di Bandung masih terbilang kecil mengingat kekurangnnya senilai Rp.240 miliar.

Apple pun mengajukan proposal investasi ke pemerintah Indonesia dengan nilai sepuluh kali lipat menjadi Rp.1,57 triliun.

Proposal investasi Apple itu diajukan pada 18 November 2024.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun angkat bicara soal proposal investasi sepuluh kali lipat itu.

Melalui juru bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif membenarkan soal proposal investasi itu, bahkan dia turut menjabarkan isinya.

Dalam proposal itu tertulis bahwa investasi 100 juta dollar AS untuk melunasi komitmen investasi awal.

Investasi 100 juta dollar AS itu nantinya untuk membangun product development center dan professional developer academy.

“Isi proposal Apple itu, pertama, bahwa Apple memang mengirimkan proposal investasi untuk selama dua tahun sebesar 100 juta dollar AS. Di proposal tersebut, Apple menyampaikan 100 juta itu untuk pembangunan product development center maupun professional developer academy,” ujar Febri di Kantor Kemenperin, dikutip Sabtu 23 November 2024.

Kemudian, Apple juga akan membangun pabrik akseoris di Bandung untuk memproduksi komponen Mesh Airpods Max atau bantalan headset pada Juli 2025.

Kemudian kata Febri pada poin di proposal juga tertulis akan membangun Apple Academy ke 4 & 5 yang berlokasi di Bali dan Jakarta hingga Juni 2026.

“Nah itu isi proposal Apple sementara yang kami tangkap,” kata Febri.

Lalu bagaimana sikap pemerintah Indonesia menanggapi soal proposal investasi Apple itu?

Febri mengatakan usai mendapat proposal investasi itu, pihaknya pada Kamis 21 November 2024 menggelar rapat membahas hal tersebut.

Pembahasan sudah selesai dilakukan namun belum ada ketok palu.

“Belum, belum diputuskan kami menerima. Belum ketok palu,” kata Febri di Kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis.

Menurut Arief, pemerintah Indonesia berharap Apple bisa investasi dengan nilai yang lebih besar.

Kalau kami pemerintah, tentu ingin (angka investasi yang) lebih besar (dari 100 juta dollar AS),” lanjut Febri.

Dengan nilai investasi yang lebih besar, Apple diharapkan akan mampu menghadirkan industri manufaktur dalam negeri sehingga mampu masuk dalam rantai pasok global perusahaan itu.

Selain itu, kehadiran industri ini juga bakal berdampak dari sisi penyerapan tenaga kerja, sehingga berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia

Febri menilai bahwa industri dalam negeri mampu menyokong kebutuhan perusahaan gawai kenamaan itu berupa pengisi daya (charger) hingga beberapa aksesori lainnya.

“Memang kalau semi konduktornya belum bisa. Kalau itu dimasukkan, mereka bisa beli saja produk dalam negeri sebagai komponen-komponen mereka, itu tentu akan sangat kita inginkan. Ini akan memiliki multipplier effect terutama dari sisi tenaga kerja di Indonesia,” pungkasnya.

Exit mobile version