Suaranusantara.com- CEO Meta Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa pihaknya telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besar di perusahaannya.
Mark Zuckerberg melakukan PHK besar-besaran terhadap pegawainya lantaran dinilai memiliki kinerja yang rendah.
“Saya telah memutuskan untuk meningkatkan standar manajemen kinerja dan menyingkirkan karyawan dengan kinerja buruk lebih cepat,” kata Mark Zuckerberg dalam memo yang diunggah di papan pesan internal pada Rabu 15 Januari 2025.
Adapun Mark Zuckerberg memangkas sebanyak lima persen stafnya dari perusahaan Meta.
Nantinya, Mark berencana akan mempekerjakan orang baru untuk mengisi posisi yang sebelumnya telah dilakukan PHK.
Sebagai informasi, hingga September 2024, meta telah mempekerjakan sebanyak 72 ribu orang. Dan saat ini telah melakukan PHK sebanyak lima persen.
Tujuan memangkas lima persen karyawannya, agar tidak memberikan pengaruh terhadap 3.600 pekerjaan.
Mark mengatakan sebelum melakukan PHK, Meta telah melihat kinerja selama setahun ini.
“Kami biasanya menyingkirkan orang-orang yang tidak memenuhi harapan selama setahun,” katanya, “tetapi sekarang kami akan melakukan pemotongan berbasis kinerja yang lebih ekstensif selama siklus ini.”
Siklus kinerja Meta diharapkan akan berakhir pada bulan Februari, menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya saat membahas prosedur internal perusahaan.
Pekerja yang terdampak di AS diperkirakan akan diberi tahu pada 10 Februari, sementara mereka yang bekerja di negara lain akan diberi tahu di kemudian hari, menurut memo tersebut.
PHK ini dilakukan hanya akan mencakup staf yang telah bekerja di perusahaan cukup lama sehingga memenuhi syarat untuk penilaian kinerja.
Nantinya kata Zuckerberg perusahaan akan memberi pesangon yang besat bagi karyawan yang telah di PHK.
Untuk diketahui Zuckerberg telah mendeklarasikan tahun 2023 sebagai ” tahun efisiensi ” perusahaan dan mengumumkan rencana untuk menghilangkan 10.000 posisi.
Secara keseluruhan, Meta memperkirakan jumlah karyawannya akan turun 10% pada akhir siklus kinerja saat ini. Total tersebut termasuk pengurangan tambahan sebesar 5% dari pengurangan karyawan tahun lalu, menurut pesan kepada para manajer.
