Keindahan Jembatan Ampera, Ikon dan Simbol Kota Palembang

Jembatan Ampera, Palembang

Jembatan Ampera, Palembang

Suaranusantara.com – Palembang, kota terbesar kedua di Pulau Sumatera setelah Medan, memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi termasuk adanya Jembatan Ampera.

Salah satu yang paling terkenal dan menjadi ikon serta simbol kota ini adalah Jembatan Ampera, sebuah jembatan yang melintasi Sungai Musi dan menghubungkan dua wilayah di Palembang, yaitu Seberang Ilir dan Seberang Ulu.

Jembatan Ampera dibangun pada tahun 1962 dengan bantuan dana dari Jepang sebagai ganti kerugian akibat Perang Dunia II.

Jembatan ini awalnya bernama Jembatan Bung Karno, sebagai penghormatan kepada Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Namun, setelah terjadi peristiwa G30S/PKI, nama jembatan ini diganti menjadi Jembatan Ampera, yang merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat.

Wisata iini memiliki panjang 1.177 meter dan lebar 22 meter, dengan bentang tengah yang dapat naik turun sekitar 10 meter.

Bentang tengah ini berfungsi untuk memungkinkan kapal-kapal besar melintas di bawah jembatan. Namun, sejak tahun 1970, bentang tengah ini tidak pernah dioperasikan lagi karena dinilai tidak efisien dan berisiko.

Jembatan Ampera menjadi salah satu tempat wisata di Palembang yang wajib dikunjungi, karena menawarkan pemandangan yang indah dan megah, terutama pada malam hari, ketika jembatan ini diterangi oleh lampu-lampu berwarna-warni.

Di sekitar jembatan, terdapat banyak fasilitas, seperti taman, museum, monumen, restoran, dan pusat perbelanjaan.

Anda juga bisa menaiki perahu wisata yang beroperasi di Sungai Musi untuk melihat jembatan dari sudut yang berbeda.

Destinasi wisata adalah salah satu warisan sejarah dan budaya yang patut dibanggakan oleh masyarakat Palembang.

Jembatan ini juga menjadi saksi bisu perkembangan kota ini dari masa ke masa. Jembatan ini adalah tempat wisata di Palembang yang cocok untuk Anda yang ingin menikmati keindahan dan kemegahan kota ini.

Exit mobile version