GP4KN: Kepulauan Nias Bisa Jadi Provinsi Asal…

Rikardus Sihuara anggota GP4KN selaku Ketua Panitia Talkshow Menakar peluang Kepulauan Nias menjadi Provinsi baru melalui sektor Pariwisata yang akan digelar pada Sabtu 20 Juli 2024 (dok suaranusantara.com)

Rikardus Sihuara anggota GP4KN selaku Ketua Panitia Talkshow Menakar peluang Kepulauan Nias menjadi Provinsi baru melalui sektor Pariwisata yang akan digelar pada Sabtu 20 Juli 2024 (dok suaranusantara.com)

Suaranusantara.com- GP4KN atau Gerakan Pemuda Pelopor Pro Pembangunan Kepulauan Nias mengatakan bahwa Kepulauan Nias bisa menjadi provinsi asal mendapat dukungan mendapat dukungan secara masif.

Terlebih menurut pengamatan GP4KN untuk potensi pariwisata Indonesia mengandalkan daerah-daerah seperti Bali, Nusa Tenggara.

“Dalam membangun pariwisata di Kepulauan Nias ini dapat didukung secara masif sebenarnya jika menjadi provinsi. Karena kalau kita bisa melihat daerah-daerah lainnya yang mengandalkan potensi pariwisata, misalnya Bali dan NTB, ini kan pembangunannya sangat cepat karena kerja-kerjanya fokus, terarah, terorganisir dan aksesnya langsung ke pemerintahan pusat,” kata Rikardus Sihura selaku pihak GP4KN pada Senin, 15 Juli 2024

Hal itu disampaikan Rikardus lantaran pada Sabtu 20 Juli 2024 di Hotel Ciputra, Grogol, Jakarta Barat Baratmendatang akan menggelar diskusi talkshow dengan tema ‘Menakar peluang Kepulauan Nias menjadi Provinsi baru melalui sektor Pariwisata’.

Rikardus selaku ketua panitia dalam acara tersebut mengatakan demikian lantaran pariwisata di daerah lain mengalami kemajuan karena kepedulian pemerintah provinsi.

Terlebih muncul isu soal pemekaran namun ternyata belum siap untuk menyambut hal itu.

Dalam hal ini seperti sumber daya manusia yang mumpuni namun terkendala aksesbilitas ke tempat-tempat wisata yang justru kurang memadai.

“Atau fasilitas pemanfaatan teknologi kita tersedia, tapi kita masih menggunakan cara-cara konvensional dalam mengembangkan pariwisata. Jadi, persoalan-persoalan ini akan menjadi pembahasan juga nantinya,” ujar dia.

Rikardus pun membandingkan kemajuan pariwisata di Kepulauan Nias sebelum dan setelah wilayah tersebut menjadi empat kabupaten satu kota.

Saat Nias masih jadi satu kabupaten, kemajuan objek wisatanya sangat masif sekali.

Padahal seharusnya ketika sudah dimekarkan maka bisa lebih mudah dalam fokua untuk kemajuan masing-masing daerah terutama di bidang pariwisata.

“Dulu, ketika Kepulauan Nias ini masih menjadi satu Kabupaten, kemajuan objek wisatanya sangat masif sekali. Seharusnya, dimekarkannya menjadi 4 kabupaten 1 kota ini lebih memudahkan untuk fokus kemajuan di masing-masing daerah administratif,” ujar

Adanya masalah tersebut, inilah yang melatarbelakangi GP4KN menggelar diskusi dan talkshow dan turut mengundang Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly sekaligus tokoh dari Kepulauan Nias dan Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno.

Karena GP4KN perlu memulihkan dan membangkitkan kembali kondisi pariwisata seperti dulu lagi.

Mengingat pada era 1990 an Kepulauan Nias menjadi daerah pariwisata favorit mancanegara.

“Kami menilai bahwa perlu memulihkan dan membangkitkan kembali kondisi pariwisata seperti era 1990-an. Saat itu, Kepulauan Nias menjadi tempat favorit wisatawan mancanegara” ujar Rikardus.

*

Exit mobile version